Bangunan Cagar Budaya di Situbondo Dihancurkan, Disoal Warga

Editor: Makmun Hidayat

SITUBONDO — Keberadaan cagar budaya tak lepas dari bukti fisik benda dibangun puluhan tahun lalu, yang memiliki nilai sejarah. Salah satunya di Situbondo, terdapat beberapa bangunan bersejarah peninggalan zaman penjajahan.

Namun, dari beberapa bangun bersejarah banyak pula dilakukan pembongkaran gedung yang melanggar nilai cagar budaya sebagai benda bersejarah.

Amir, warga Kelurahan Patokan, Kecamatan/Kabupaten Situbondo mengatakan, dirinya mengaku khawatir atas beberapa bangunan fisik bersejarah yang banyak dimusnahkan. Pasalnya bangunan bersejarah memiliki perlindungan hukum sebagai bentuk cagar budaya.

“Bangunan cagar budaya menjadi kekayaan daerah tersendiri. Tentu ada upaya pelestarian maupun menjaganya, tanpa merusak atau mengahancurkannya,” ujar Amir kepada Cendana News, di wilayah Kelurahan Patokan, Minggu (24/10/2021).

Amir, saat ditemui wartawan di wilayah Kelurahan Patokan, Minggu (24/10/2021). -Foto: Iwan Feri Yanto

Amir mengaku resah atas adanya pembongkaran bangunan fisik bersejarah yang ada di Situbondo. Sebab, bangunan bersejarah dapat menjadi edukasi untuk kalangan muda, yang dapat menjadi bukti sejarah.

“Bentuk fisik atau hasil sejarah seharusnya tetap menjadi edukasi, bagi penerus bangsa kita, yakni terhadap generasi muda. Berbicara sejarah namun tidak ada bukti otentiknya, maka akan sulit menceritakannya. Maka sangat disayangkan atas tindakan penghapusan fisik cagar budaya yang ada di Situbondo, dengan cara dihancurkan untuk kepentingan lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut Amir mengatakan, potensi pengrusakan bangunan sejarah cenderung ada potensi kepentingan khusus yang mengarah pada tindakan korupsi. Sebab bahan bangunan yang terdapat didalamnya memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Seperti bongkahan kayu jati yang memiliki nilai jual tinggi.

“Ada salah satu bangunan bersejaran di belakang rumah bupati Situbondo yang dibongkar. Dulu rumah tersebut digunakan sebagai tempat tinggal ajudan bupati, namun saat ini dihancurkan, yang tidak tahu akan digunakan sebagai tempat atau hanya dihancurkan begitu saja,” jelasnya.

Amir menambahkan, dirinya mengaku melakukan upaya pelaporan kepada pihak kepolisian Polres Situbondo, terkait adanya dugaan penghancuran cagar budaya yang digunakan sebagai kepentingan korupsi atas aset milik pemerintah daerah.

“Penghancuran bangunan tersebut lantas untuk apa dilakukan. Sebab bangunan itu menjadi bangunan bersejarah. Dari klasifikasi bangunannya sudah memenuhi kriteria sebagai bangunan cagar budaya. Maka ada indikasi untuk kepentingan penyalahgunaan aset milik pemerintah daerah. Hal ini untuk kebutuhan aset benda fisik maupun peninggalan benda lain yang digunakan untuk dihilangkan, dengan cara diperjualbelikan maupun dihilangkan tanpa sebab,” ucapnya.

Menurut Amir, pengrusakan bangunan bersejarah merupakan upaya penghapusan jejak bersejarah yang berada di Kabupaten Situbondo.

Sementara itu, warga sekitar, Humaidi turut menyayangkan atas upaya penghapusan bangunan bersejarah, yang dapat merugikan daerah.

“Bangunan fisik yang ada sejak puluhan tahun yang lalu menjadi bukti sejarah tentang adanya aktivitas kehidupan pada zaman dahulu. Dengan adanya bentuk fisik, maka sejarah peristiwa benar adanya dan dapat menjadi cerita untuk generasi anak muda ke depannya. Namun, apabila bangunan fisik dimusnahkan, maka daerah sangat dirugikan yang harusnya menjadi kekayaan daerah,” ucapnya.

Lihat juga...