Banjir di Kapuas Hulu Rendam Pesisir Sungai Kapuas

PUTUSSIBAU  – Banjir besar yang sempat merendam rumah warga di sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat sudah berangsur surut, namun masih melanda daerah hilir pesisir sungai tersebut.

“Banjir Putussibau dan sekitarnya sudah berangsur surut, sekarang yang banjir daerah hilir pesisir Sungai Kapuas, air kiriman dari Putussibau dan daerah perhuluan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Gunawan, dihubungi di Putussibau ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, Senin.

Disampaikan Gunawan, banjir besar di 10 kecamatan wilayah Kapuas Hulu terjadi sejak 2-3 Oktober 2021 yang mengakibatkan aktivitas warga sempat lumpuh, akses transportasi terputus, bahkan permukiman penduduk dan fasilitas umun terendam banjir, listrik sempat tidak menyala.

“Kami masih melakukan input data untuk jumlah korban banjir dan saat ini kami menerima laporan Kecamatan Embaloh Hilir daerah pesisir Sungai Kapuas debit air mulai naik banjir kiriman,” jelas Gunawan.

Ia mengimbau kepada masyarakat Kapuas Hulu untuk tetap waspada dan siaga bencana alam seperti banjir, mengingat cuaca masih sering hujan dengan intensitas tinggi.

Pantauan  di sekitar lokasi banjir, saat ini kondisi warga sedang melakukan bersih-bersih rumah dan harta benda yang terendam banjir.

Salah satu warga Putussibau Selatan, Abdul mengatakan, sejumlah barang elektronik dan harta benda lainnya tidak bisa diselamatkan saat banjir besar Sabtu (2/10) malam.

Ia menceritakan debit air begitu cepat naik, sehingga dengan perlengkapan seadanya seperti meja dan kursi menjadi tempat penyimpanan barang-barang berharga.

Namun, air semakin naik sehingga semua barang-barang terendam, hanya bisa menyelamatkan diri dengan berusaha membuat tempat tidur darurat di dalam rumah.

“Banjir kali ini lebih besar dari Tahun 2020 lalu dan untuk Tahun 2021 ini Kapuas Hulu sudah berkali kali dilanda banjir, entah apa penyebabnya, perlu kajian dari pemerintah, apakah diakibatkan kerusakan alam atau ada faktor lain,” ucap Abdul.

Ia berharap agar pemerintah mengambil sikap dengan kondisi banjir yang sering melanda.

“Jangan sampai banjir ini dianggap biasa-biasa saja, sehingga tidak ada langkah-langkah yang dilakukan pemerintah, apakah murni faktor alam atau memang akibat ulah manusia yang melakukan kerusakan alam dengan aktivitas ilegal, bisa pembalakan liar atau juga aktivitas pertambangan emas ilegal,” kata Abdul. (Ant)

Lihat juga...