Banyak Siswa tak Mampu, TK Pertiwi Cilongok Harapkan Beasiswa Damandiri

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Selama satu tahun, Yayasan Damandiri memberikan beasiswa untuk para siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta Taman Kanak-Kanak (TK) di Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Hanya saja, sejak pandemi Covid-19, beasiswa untuk siswa yang kurang mampu tersebut terhenti. Pihak sekolah berharap Yayasan Damandiri bisa kembali memberikan beasiswa.

Guru TK Pertiwi Cilongok, Sri Haryati mengatakan, kondisi saat ini, justru banyak anak-anak yang orang tuanya kurang mampu, ada yang kehilangan pekerjaan dan lain-lain. Sehingga beasiswa sangat dibutuhkan.

“Dulu kita mendapatkan beasiswa untuk 10 anak dari Yayasan Damandiri, namun sejak Covid-19 beasiswa tersebut terhenti, sudah sekitar dua tahun lamanya. Dan saat ini, di tengah pandemi, beasiswa sangat dibutuhkan, karena banyak siswa yang dari keluarga kurang mampu,” terangnya, Senin (25/10/2021).

Saat ini untuk PAUD dan TK Pertiwi Cilongok mempunyai 45 siswa dan banyak yang berasal dari keluarga tidak mampu. Sebagai sekolah swasta, ada ketentuan pembayaran SPP setiap bulannya, yaitu sebesar Rp 50.000 per anak.

Namun, pihak sekolah juga tidak bisa memaksa orang tua untuk membayar rutin SPP tersebut, karena kondisi perekonomian yang memang belum pulih seutuhnya.

Sebaliknya, sekolah juga harus membayar honor guru yang non-Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dan di sekolah tersebut ada empat orang guru non PNS.

Menurut Sri Haryati, beasiswa yang diberikan Yayasan Damandiri dulu sangat membantu siswa dan sekolah. Dua tahun lalu, TK Pertiwi Cilongok mengajukan 55 siswa untuk mendapatkan beasiswa dari Yayasan Damandiri, namun yang disetujui hanya 10 anak.

Karena yang disetujui hanya 10 siswa, maka oleh pihak sekolah, uang beasiswa tersebut dimasukkan dalam tabungan siswa, supaya tidak menimbulkan kecemburuan pada siswa lainnya.

Pada akhir tahun ajaran baru, pihak sekolah memberikan tabungan tersebut kepada wali murid dengan penambahan saldo Rp 300.000 dari akumulasi beasiswa Rp 25.000 selama satu tahun.

“Orang tua siswa sangat terkejut dan merasa sangat terbantu. Uang tersebut dipergunakan mereka untuk persiapan kenaikan kelas. Sekarang anak-anak yang memperoleh beasiswa tersebut duduk di TK besar. Sehingga kita sangat berharap beasiswa tersebut kembali diberikan untuk para siswa kurang mampu tahun ini,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa yang kurang mampu, Kusriyah mengatakan, ia sangat mengharapkan anaknya bisa mendapatkan beasiswa dari Yayasan Damandiri, karena jarang sekali ada pihak yang memberikan beasiswa untuk siswa TK.

Kusriyah merupakan orang tua tunggal dari siswa TK yang bernama Asda. Sehari-hari ia bekerja membantu cuci piring dan bersih-bersih pada salah satu rumah makan padang.

“Penghasilan saya sangat terbatas, hanya cukup untuk makan saja, sehingga jika bisa mendapatkan beasiswa akan sangat membantu,” tuturnya.

Lihat juga...