Banyumas Optimis Sebulan Lagi Capai ‘Herd Immunity’ Covid-19

Editor: Koko Triarko

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono di Purwokerto, Rabu (27/10/2021). -Foto:Hermiana E. Effendi

PURWOKERTO – Salah satu cara efektif untuk memutus Covid-19 adalah dengan vaksinasi, mengingat vaksin dapat menciptakan herd immunity atau kekebalan pada suatu kelompok atau komunitas. Dan, Kabupaten Banyumas mentargetkan bisa membentuk herd immunity pada bulan November tahun ini.

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengatakan sesuai ketentuan dari World Health Organization (WHO), kekebalan kelompok atau populasi bisa terbentuk jika cakupan vaksinasi Covid-19 minimal sudah mencapai 70 persen jumlah penduduk. Dan, Kabupaten Banyumas sedang mengupayakan untuk bisa mencapai 70 persen vaksinasi bulan depan.

“Kemarin capaian vaksinasi sudah hampir 60 persen, artinya untuk mencapai 70 persen di bulan depan itu bukan sesuatu yang sulit, dan kita optimis bisa mencapainya di bulan November nanti,” kata Wabup, Rabu (27/10/2021).

Hanya saja, lanjut Sadewo, saat ini animo masyarakat untuk menjalani vaksinasi mulai turun. Hal tersebut terlihat dari beberapa pendaftaran vaksin gratis yang biasanya kuota habis dalam hitungan jam, namun sekarang selalu ada sisa kuota. Sehingga pihak penyelenggara harus pandai-pandai jemput bola supaya kuota vaksin bisa habis.

“Misalnya vaksinasi yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kemarin, sampai dengan pelaksanaan masih tersisa 1.500 dosis, akhirnya pihak panitia jemput bola dengan melakukan vaksin kepada kalangan lansia,” jelas Wabup.

Sadewo mengaku, berkurangnya animo masyarakat untuk melakukan vaksin sedikit mengkhawatirkan, sebab capaian vaksin baru menjangkau 60 persen masyarakat Banyumas. Artinya, masih ada 40 persen warga yang belum menjalani vaksin.

“Saya khawatir, masyarakat kita menganggap Covid-19 sudah berlalu, karena memang kasus positif dan angka kematian sudah turun dratis. Namun, vaksin ini masih sangat diperlukan untuk membentuk herd immunity dan Covid-19 belum hilang. Di Belanda, misalnya, muncul gelombang ke tiga dan warganya menyalahkan pemerintah yang dinilai kurang melakukan edukasi,” tuturnya.

Wabup menekankan, agar masyarakat Banyumas tidak menjadi lengah, sebab kemungkinan muncul gelombang ke tiga masih tetap ada. Sehingga masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, tetap menggunakan masker, rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan menjaga jarak di manapun berada.

“Vaksin dan penerapan prokes itu kunci utama dalam memutus penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Sementara itu Rektor UMP, Dr. Jebul Suroso, mengatakan meskipun sudah mendapatkan rekomendasi untuk menggelar perkuliahan tatap muka, namun pihaknya tetap memberlakukan aturan wajib vaksin bagi mahasiswa yang akan kuliah tatap muka.

“Kita tetap menerapkan aturan baku untuk mahasiswa yang akan kuliah tatap muka, syaratnya harus sudah vaksin, dalam kondisi sehat dan mendapat izin dari orang tua,” terangnya.

Lihat juga...