Banyumas Turun ke Level 2 PPKM

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Pada minggu ke tiga bulan Oktober ini, Kabupaten Banyumas berhasil turun level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Covid-19 dari level 3 ke level 2. Penurunan level tersebut setelah vaksinasi di Kabupaten Banyumas mencapai 57 persen.

Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengatakan penurunan status level PPKM tersebut sangat berarti untuk Banyumas, terutama dalam upaya pemulihan sektor ekonomi dan pariwisata. Meskipun masih ada beberapa pembatasan aturan yang harus dipatuhi, namun setidaknya sudah lebih longgar.

“Setelah turun level 2 ini, maka sektor pariwisata sudah diperbolehkan buka seluruhnya, begitu pula dengan tempat hiburan lainnya. Namun, semuanya harus tetap dalam pemantauan Satgat Covid-19, dan harus selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin,” ucapnya, Rabu (20/10/2021).

Lebih lanjut Bupati memaparkan, ada 13 kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengah yang turun ke level 2 bersama dengan Banyumas. Yaitu, Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Sragen, Klaten, Kendal, Karangnyar, Semarang, Boyolali, Demak dan Kota Surakarta, Kota Salatiga, serta Kota Magelang. Sementara untuk kabupaten tetangga Banyumas, yaitu Purbalingga, Cilacap serta Banjarnegara, masih pada level 3.

Sesuai Intruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri), lanjut Husein, kabupaten/kota yang turun ke level 2, cakupan vaksinasi untuk dosis 1 minimal sudah 50 persen, dan vaksinasi untuk kalangan lansia minimal 40 persen.

Sementara Kabupaten Banyumas vaksinasi untuk kalangan lansia sudah mencapai 65,1 persen, di mana sebanyak 126.274 lansia sudah menyelesaikan vaksinasi dari total target sebanyak 194.112 lansia.

Cakupan vaksinasi lainnya, baik untuk kalangan petugas pelayanan publik, tenaga kesehatan, masyarakat umum serta kalangan pelajar, semuanya sudah di atas 50 persen.

“Vaksinasi untuk kalangan pelajar kita sudah mencapai 62,6 persen, kemudian untuk masyarakat umum sudah sampai 51,3 persen, petugas pelayanan publik sudah 77,4 persen, lansia 65,1 persen dan untuk tenaga kesehatan sudah mencapai 135 persen,” kata Husein.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, menjelaskan meskipun sudah turun level, namun testing, tracing dan treatment tetap harus ditingkatkan.

Untuk testing, misalnya, harus ditingkatkan sesuai tingkat positivity rate mingguan. Untuk positivity rate di bawah 5 persen, maka jumlah orang yang harus dilakukan testing adalah 1 per 1000 orang per minggu. Sedang untuk 5-15 persen, harus dilakukan testing 5 orang dan seterusnya.

“Berdasarkan ketentuan testing tersebut, target testing di Kabupaten Banyumas sebanyak 3.661 orang. Dan, orang yang dihitung ke dalam target testing adalah suspek dan kontak dari kasus terkonfirmasi positif Covid-19,” jelasnya.

Lihat juga...