Baru Saja Dinormalisasi, Sampah Kembali Penuhi Kali Cikarang Hilir

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Persoalan sampah di Kali Cikarang, Srengseng Hilir, tak ada habisnya. Meski berbagai teori dan kebijakan telah dikeluarkan untuk menghentikan, namun tumpukan sampah terus terjadi di sepanjang alur Kali Srengseng Hilir (CSH) wilayah Utara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tersebut.

Kendati Kali CSH baru saja selesai dinormalisasi, namun hamparan sampah sudah kembali menutupi Kali di wilayah hulu. Normalisasi Kali CSH baru sampai desa Jayabakti dan masih sekira 15 kilometer lagi menuju hilir.

“Ini baru dinormalisasi dan dibersihkan sebulan lalu, tapi tumpukan aneka sampah kembali menutup aliran kali Cikarang Hilir. Sampah ini dari hulu,” kata Ustadz Jejen Jaenuddin, koordinator gotong-royong normalisasi Kali CSH, kepada Cendana News, Rabu (13/10/2021).

Ustadz Jejen Jaenuddin, koordinator gotong royong normalisasi Kali Cikarang Hilir, Rabu (13/10/2021). –Foto: M Amin

Hamparan sampah terlihat di wilayah Desa Sukakerta, Sukawangi, Bekasi. Sampah rumah tangga mulai menutupi aliran kali yang baru dibersihkan melalui normalisasi oleh petugas menggunakan alat berat. Kini, tumpukan sampah kembali mengular.

Hasil penelusuran tim koordinator gotong royong juga menemukan beberapa tumpukan sampah liar di jalur daerah aliran sungai (DAS) Kali CSH, seperti jembatan penghubung antara Desa Sukaraya, dengan Sukarukun, Cikarang. Tumpukan Sampah tepat di samping jembatan dibiarkan begitu saja.

Bahkan, ada terparah di wilayah hulu sekitar bendungan Cikarang laut. Tumpukan sampah juga terbiarkan, dengan volume yang besar dan jika debit air naik, sampah itu akan terbawa oleh air.

“Lapor Pak Kabid Bidang Sampah DLH Kabupaten Bekasi. Sampah di DAS Kali Cikarang, kenapa masih dibiarkan, itu di darat lho bukan di Kali posisinya,” ungkap Ustadz Jejen, berharap ada kesadaran warga untuk tidak membuang sampah di kali.

Normalisasi yang dilakukan tersebut berkat dorongan semua pihak. Hal itu untuk bersama menjaga keseimbangan sumber air, agar terus memberi manfaat bagi masyarakat. Semua warga yang tergabung dalam gotong-royong bertungkus lumus tenaga dan waktu agar kali bersih, satu sisi warga masih buang sampah sembarangan di Kali.

Terpisah, Ahmad Ajat, pegiat lingkungan hidup mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Ia berharap, DLH bisa serius terkait persoalan sampah karena tumpukan sampah itu terjadi dari hulu.

“Saya prihatin ada sampah di bendung Kali Cikarang yang ditumpuk di tepi bendungan, sampai sekarang belum diangkut untuk di bawa ke TPA. Sebaliknya, saat dipantau lagi sampah itu hanya dibakar begitu saja. Ini kan jika hujan sampah akan turun ke kali. Terlihat keseriusannya belum maksimal,” ujar Ahmad Ajat.

Lihat juga...