Baru Selesai Normalisasi, Tumpukan Sampah Kembali Mengular di Kali CSH

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Hujan dua hari terakhir di wilayah Bekasi, Jawa Barat membuat volume sampah di Kali Cikarang Srengseng Hilir (CSH) meningkat drastis. Hamparan sampah rumah tangga terutama streofoam bekas nasi mendominasi sepanjang mata memandang. Kondisi itu terlihat di Kampung Galian, Desa Jayabakti, Cabangbungin.

Ustaz Jejen Jaenuddin (kanan), Rabu (20/10/2021) mengaku prihatin kondisi dan butuh penanganan serius. Foto: Muhammad Amin

Padahal lokasi tumpukan sampah baru selesai dinormalisasi sekira 15 hari lalu. Hal ini membuat petani di wilayah utara risau dan kebingungan cara membersihkan kembali sampah yang dibawa air dari hulu Kali CSH. Sementara kondisi di hulu kawasan bendung Kali CBL kondisinya bersih.

“Hamparan sampah tepatnya di Kampung Galian, Desa Jayabakti, Cabang Bungin, Bekasi. Endapan sampah itu terjadi akibat terhalang jembatan di sekitar wilayah setempat,” kata Ustadz Jejen Jaenudin, penggerak Gotong Royong Utara Bekasi kepada Cendana News, Rabu (20/10/2021).

Dikatakan, sampah plastik dan eceng gondok dan lainnya mendominasi di badan kali yang mengular sepanjang mata memandang. Kondisi itu terjadi setelah ada hujan dua hari dengan entitas cukup tinggi. Diperkirakan sampah yang menumpuk di badan kali terbawa air ke hilir.

Berbagai cara telah dilakukan agar membangun kesadaran warga. Petani juga gotong royong untuk memberi peringatan agar sampah tidak diletakkan di badan kali. Kondisi saat ini sampah nyangkut di jembatan dan tidak bisa di dorong untuk diteruskan ke wilayah Hilir.

“Tapi sepertinya harus ada campur tangan pemerintah dari hulu ke hilir. Terkait sampah ini, memang membutuhkan penanganan serius, dengan melibatkan semua stakeholder. Harus ada ketegasan sebenarnya, kami memberi imbauan kepada warga di bantaran Kali CSH terus, tapi tidak membuat perubahan,” katanya berharap campur tangan Dinas LH Kabupaten Bekasi.

Sebelumnya Ichang Koswara, Sekretaris penggerak petani Gotong Royong mengakui telah menyampaikan terkait penanganan sampah ke Plt Kepala Dinas DLH Kabupaten Bekasi dengan membentuk tim khusus guna perawatan Kali Bendungan Cikarang Hilir. Dengan mengajukan permintaan dua perahu.

“Kami minta dua unit perahu mesin gunanya untuk pengontrolan dari hulu ke hilir, serta untuk transportasi penyempretan eceng gondok dan kangkung liar, serta pembersihan sampah yang menumpuk di pintu air,” ujarnya.

Hal lainnya tim juga membutuhkan tempat sampah di satu titik pintu air Sukatani dan satu alat berat untuk meloading sampah ke armada. Terkait hal tersebut telah mengirim surat permohonan kepada PJT II Bekasi agar memberikan ijin untuk membangun posko satgas perawatan kali.

“Itu lah, terkait hal tersebut tim ingin beraudiensi dengan Plt Bupati Bekasi,” ungkapnya.

Lihat juga...