Begini Cara Agar ‘Aman’ Hadapi Masa Menopause

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Meskipun menopause merupakan suatu siklus alamiah bagi setiap wanita, namun tak sedikit wanita yang mengalami kendala saat mengalaminya. Mulai dari memburuknya hubungan emosional dengan lingkungan sekitarnya, hingga potensi terpapar penyakit kardiovaskular.

Spesialis Obstetri Ginekolog RS Premier Jatinegara, Dr. Indrawati Dardiri, SpOG., menyatakan menopause merupakan suatu siklus alamiah pada wanita. Di mana, menstruasi tidak terjadi dalam kurun 12 bulan berturut sebagai akibat tidak aktifnya sel telur.

“Menopause umum terjadi pada rentang umur 40 hingga 50an tahun. Mayoritas pada usia 51-52 tahun. Menopause ini kerap kali menjadi masalah pada wanita, karena menyebabkan perubahan pada tubuh wanita, yang akhirnya berpotensi menyebabkan gangguan pada hubungan dengan orang disekitarnya. Memahami tentang menopause akan membantu orang di lingkungan wanita tersebut, untuk mendukung wanita tersebut melewati masa sulit ini,” kata Indrawati dalam acara online kesehatan, Jumat (22/10/2021).

Spesialis Obstetri Ginekolog RS Premier Jatinegara, Dr. Indrawati Dardiri, SpOG., menjelaskan tentang menopause, dalam acara online kesehatan, Jumat (22/10/2021). –Foto: Ranny Supusepa

Menurutnya, perubahan pertama yang muncul pada wanita menopause adalah mayoritas wanita akan mengalami keputihan dan perubahan aroma vagina.

“Hal ini terjadi karena berkurangnya kadar asam di vagina sebagai dampak penurunan hormon estrogen dalam tubuh. Selain itu, sel vagina juga rentan infeksi serta kondisinya lebih tipis dan lebih kering dibandingkan sebelum masa menopause,” urainya.

Sebagai akibat perubahan di alat reproduksi ini, tak jarang terjadi penurunan hubungan intim dengan pasangan.

“Akan timbul keluhan, karena menyebabkan wanita lebih sulit terangsang dan gairah seksual menurun. Jika sang pria pasangan mampu memahami proses menopause itu, akan bisa terbangun komunikasi. Sehingga wanita bisa melewati tahapan ini dengan baik,” urainya lagi.

Perubahan ke dua yang terjadi adalah berubahnya kulit menjadi keriput dan kering.

“Perubahan kondisi kulit ini diakibatkan oleh penurunan produksi kolagen dan penipisan kulit. Sehingga elastisitas kulit menurun,” urainya lebih lanjut.

Perubahan ke tiga, yaitu pada perubahan hormon yang menciptakan suasana hati yang berubah-ubah.

“Tak jarang wanita yang mengalami menopause menjadi gampang lupa, lebih mudah murung dan mudah tersinggung,” kata Indrawati.

Ia menyatakan, gejala mendekati masa menopause paling nyata yang bisa dirasakan oleh para wanita adalah hot flush.

“Hot flush ini adalah sensasi panas di daerah dada yang menyebar hingga ke leher, yang diikuti dengan berkeringat di malam hari, kesulitan tidur, perubahan mood, adanya penambahan berat badan, sering buang air kecil dan vagina yang terasa kering,” ucapnya.

Terkadang, dalam jangka panjang, menopause juga dapat diikuti dengan osteoporosis, penyakit jantung vaskular hingga alzheimer.

“Potensi munculnya penyakit ini adalah karena menurunnya hormon estrogen, menyebabkan penjagaan pada pembuluh darah kardiovaskular menurun juga. Sehingga risiko meningkat,” ucapnya lebih lanjut.

Indrawati menyebutkan ,ada kasus di mana menopause terjadi pada wanita yang umurnya masih di bawah umur 40 tahun, yang disebut menopause dini.

“Kondisi ini terjadi karena adanya kegagalan fungsi indung telur atau karena faktor genetik, sebagai dampak dari tindakan medis pada pasien dengan keganasan,” ujarnya.

Misalnya, akibat dampak radiasi pada kanker atau penggunaan obat jangka panjang dalam kasus diabetes.

“Menopause ini oleh sebagian wanita dianggap momok. Tapi, dengan membangun komunikasi, terutama dengan pasangan, sebenarnya menopause ini bisa dilewati dengan baik. Sudah banyak alat bantu maupun literatur yang terkait makanan atau suplemen yang bisa membantu wanita melewati siklus ini dengan lancar,” pungkasnya.

Lihat juga...