Bentuk Anak Berkarakter, Kemendikbudristek Dorong Pendidikan Nonformal

SOLO, JATENG — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI mendorong pendidikan nonformal membentuk anak berkarakter agar siap menghadapi dunia kerja.

“Saat ini kita dihadapkan pada kendala masa depan yang sudah di depan mata. Untuk menyiapkan anak bangsa yang berkompeten, berdaya saing, tantangan yang pertama adalah ke depan hampir semua pekerjaan diambil alih oleh digitalisasi,” kata Sekretaris Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek RI Wartanto pada pembukaan Gelar Karya Pendidikan Nonformal di Balai Kota Surakarta, Jumat.

Sedangkan tantangan yang kedua, dikatakannya, adalah otomatisasi. Ia mengatakan saat ini sebagian jabatan dalam pekerjaan dilakukan otomatisasi, seperti misalnya jika dulu ke tol dilayani oleh petugas untuk saat ini cukup menggunakan kartu. Tantangan selanjutnya adalah pandemi COVID-19.

Menurut dia, tidak mudah mengembalikan kondisi ekonomi yang sempat porak-poranda akibat pandemi.

“Ini perlu waktu dan berpengaruh pada kita semua. Oleh karena itu, terkait dengan hal ini untuk menyiapkan anak bangsa kita, anak-anak harus dibekali dengan teknologi masa depan agar membekali anak didik dengan berbagai macam keterampilan yang didukung dengan karakter dan softskill (ketrampilan halus),” katanya.

Menurut dia, lembaga pendidikan termasuk tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) juga harus sudah mengenalkan anak didik dengan teknologi.

“Yang pasti di manapun anak hidup, bekerja, berwirausaha membutuhkan karakter yang baik, jujur, disiplin, tenggang rasa karena kejujuran akan memberikan pembekalan anak yang luar biasa,” katanya.

Selain itu, dikatakannya, anak-anak juga harus diajarkan cara berkomunikasi yang baik dan juga kepemimpinan.

“Termasuk bagaimana dia bekerja sama, bisa memimpin, membawa komunikasi yang baik, bisa berhasil dia,” katanya.

Terkait dengan festival tersebut, ia berharap agar kegiatan serupa bisa ditiru oleh pemerintah daerah yang lain.

“Ini merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi dari Pemkot Surakarta untuk pegiat pendidikan nonformal di Solo. Mudah-mudahan bisa ditiru oleh daerah lain,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta Etty Retnowati mengatakan gelar karya pendidikan nonformal 2021 tersebut bertujuan untuk mendorong kemajuan lembaga pendidikan melalui Gelar Karya Pendidikan Nonformal.

“Melalui kegiatan ini masyarakat bisa belajar dan mengenal konsep pembelajaran yang ada pada pendidikan nonformal yang sangat update dengan kebutuhan pendidikan saat ini, dengan menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada pada era pandemi,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut bisa mengembangkan kreativitas instruktur, tutor, pengelola, dan peserta didik di tengah situasi pandemi COVID-19. [Ant]

Lihat juga...