BKSDA Bukittinggi Lepas Liarkan 583 Burung Hasil Tangkapan Polisi

Petugas dari BKSDA dan Polisi, melepasliarkan burung yang dilindungi di Batu Palano, Agam - Foto Ant

BUKITTINGGI – Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Bukittinggi, melepaskan 583 ekor satwa dilindungi jenis burung, yang berhasil diamankan Kepolisian Polres Bukittinggi.

“Kami lepas liarkan sebanyak 583 ekor burung dengan jenis yang dilindungi ini ke habitatnya di Taman Wisata Gunung Marapi di Batu Palano ini,” kata Kepala BKSDA Resort Bukittinggi, Vera Ciko, di Agam, Rabu (6/10/2021).

Pengamanan satwa liar yang dilindungi tersebut, termasuk tangkapan besar dari Polres Bukittinggi. Dan menjadi pelajaran bagi warga yang belum mengetahui, bahwa satwa liar tidak boleh diambil dan diperjualbelikan. “Jangan coba-coba lagi menangkap burung dan satwa apapun khususnya di lokasi konservasi alam, semua akan berujung pidana,” tambah Ciko.

Warga diimbaunya, untuk meningkatkan jiwa konservasi demi menjaga kelestarian lingkungan. “Mari bersama menjaga lingkungan kita, satwa dan tumbuhan di dalam hutan dan daerah sebaiknya dijaga untuk keberlangsungan hidupnya,” tandasnya.

BKSDA bekerjasama dengan Satuan Reskrim Polres Bukittinggi, dalam upaya identifikasi hasil tangkapan ratusan burung, yang diperoleh dari seorang warga. Satwa tersebut dilaporkan hendak dijual ke daerah lain.

Ada empat jenis satwa burung dilindungi, dari 10 jenis yang berhasil diamankan Polres Bukittinggi. Burung tersebut diamankan dari satu orang tersangka pada , Selasa (5/10/2021) malam. “Dari 10 jenis burung dengan total 583 ekor ada empat jenis satwa yang dilindungi dengan jumlah 518 ekor,” kata Ciko.

Burung tersebut diantaranya, Pleci dengan nama latin Zosterops sebanyak 500 ekor, Poksai Sumatera nama latin Garrulax Bicolor sebanyak 16 ekor, Cicau Daun Sayap Biru Sumatera atau Chloropsis moluccensis 18 ekor dan burung madu leher-merah atau jantingan Anthreptes rhodolaemus. (Ant)

Lihat juga...