Budi Daya Tanaman di Lahan Terbatas, Tambah Penghasilan Harian

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Banyak cara dilakukan petani di wilayah pemukiman padat penduduk agar bisa menambah penghasilan melalui budi daya aneka sayuran di lahan terbatas, seperti terong, pare, dan lainnya.

Hal itu dilakukan oleh Rhino, warga asal Indramayu ini, sengaja menyewa lahan kosong dikelilingi bangunan perumahan di wilayah Desa Sumber Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Rhino bercocok tanam aneka tanaman mengikuti musim.

Saat ini Rhino budi daya tanaman pare disamping terong ungu sebagai tambahan penghasilan. Ia menyewa lahan hampir dua hektaran yang dibagi dalam beberapa jenis tanaman sayuran. Budi daya di perkotaan memiliki banyak kelebihan terutama transportasi.

“Tak fanatik pada satu jenis tanaman tertentu dalam budidaya, yang penting bisa kembali modal. Tapi harus bisa membaca musim. Salah satunya seperti menyiapkan tanaman yang biasa dicari ketika memasuki bulan Ramadan,”ujar Rhino kepada Cendana News, Senin (25/10/2021).

Menurutnya, ide dalam pengembangan sistem pertanian bisa datang dari mana saja, bisa dari pengalaman pribadi atau pengembangan ide dari teman-teman petani lainnya. Tapi diakuinya saat ini harga pare lagi anjlok di bawah Rp5000/kilogram.

Begitu pun hal lainnya, seperti upaya untuk meningkatkan penghasilan dari bercocok tanam bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan menanam jenis tanaman budidaya yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Atau dengan menggunakan benih unggul yang berkualitas, perbaikan teknik dan sistem bercocok tanam.

“Sekarang saya budidaya pare, selain cukup diminati biaya perawatan pun mudah. Sejak pertama tanam hingga panen pertama memerlukan waktu kisaran 4 bulanan. Masa panennya bisa setiap hari,” ujarnya, memilih panen dua hari sekali agar hasilnya lebih maksimal.

Untuk perawatan ia mengombinasikan dengan teknologi modern seperti menggunakan pupuk dengan cara budidaya tradisional. Pupuk hanya digunakan untuk merangsang buah. Tapi lainnya dipadu dengan perawatan tradisional menyesuaikan dengan tumbuh kembang tanaman, agar menghemat biaya perawatan.

“Tak harus mahal dalam budidaya. Tapi kuncinya pada perawatan, agar membuat hasil maksimal. Tapi memang untuk mengusir hama tentunya harus menggunakan bahan kimia,” paparnya.

Petani lainnya Tarmin, lebih memilih menanam padi karena areal tersebut pengairannya masih memadai meskipun harus tetap dengan menyedot menggunakan diesel pada sore atau pagi.

“Ini lahan sebenarnya milik pengembang yang belum dibangun, maka dikelilingi oleh kompleks perumahan. Dulu memang sawah atau rawa, saya memilih tanaman padi di areal lima petak, hasilnya lumayan juga saat panen, apalagi perawatan tidak setiap hari,” papar Tarmin.

Tarmin memang fokus budi daya aneka tanaman sayuran yang memberi penghasilan harian dari beberapa jenis yang dibudidayakan.

Lihat juga...