Budidaya Kecombrang Menguntungkan dengan Tekhnik Perbanyakan Tunas

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Kecombrang jadi salah satu komoditas pertanian yang dimanfaatkan untuk bahan bumbu. Pada daerah berhawa sejuk, tanaman ini tumbuh liar pada tepi aliran sungai. Sedangkan dalam budidaya, dapat menggunakan teknik perbanyakan dengan tunas  atau stek batang. 

Asep Ahyudin, warga Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung menyebutkan, budidaya kecombrang dapat dilakukan secara polikultur dengan jenis tanaman lain. Sebab bunga kecombrang akan masuk masa panen pada Oktober hingga Desember.

“Tekhnik tunas dan akar rimpang bisa menghasilkan bibit baru dengan cara menyiapkan media tanam tanah subur pada polybag, hamparan guludan tanah untuk dipindahkan ke kebun budidaya,” terang Asep Ahyudin saat ditemui Cendana News, Senin (25/10/2021).

Pemilihan bibit dilakukan pada rumpun yang telah berbunga. Pemisahan rimpang dan akar dari rumpun untuk bibit sekaligus memberi peluang tumbuhnya tunas baru. Rimpang yang melekat pada batang induk dipisahkan memakai golok tajam agar tidak merusak batang utama.

Pada proses penyiapan bibit memakai pangkal batang, Asep Ahyudin mengaku memakai tekhnik semai air. Pangkal batang yang dipisahkan dari induk masih memiliki pangkal akan menghasilkan sejumlah tunas. Setelah bertunas, bibit kecombrang dapat dipindahkan pada media tanam.

“Lubangi media tanam lalu beri pupuk kompos seminggu sebelum ditanami agar lahan gembur,” ulasnya.

Karak tanam sebut Asep Ahyudin dilakukan memperhitungkan rumpun. Satu rumpun tanaman kecombrang bisa memiliki puluhan batang. Menyerupai batang lengkuas tanaman akan menghasilkan bunga setelah empat bulan dan berbunga sebulan sekali.

Pemupukan dilakukan memakai pupuk kandang serta penyiraman rutin dilakukan pada tanaman agar terpenuhi nutrisi.

Stevani, salah satu warga Bandar Lampung menyebut mulai menanam kecombrang. Ia menyebut budidaya kecombrang bisa dilakukan dengan memakai pot, polybag.

Bunga kecombrang kerap dijual pada sejumlah pasar tradisional dengan sistem ikat. Perikat berisi empat bunga dibeli seharga Rp10.000.

“Saya mencari bibit untuk tambahan tanaman kecombrang di kebun dan memintanya dari pak Asep,” ujarnya.

Bunga kecombrang memiliki aroma wangi sebagai bumbu. Penggunaan bumbu kecombrang dilakukan pada kuliner pindang ikan hingga sambal matah. Aroma wangi dan segar jadi varian alternatif bumbu dapur nan lezat.

Salah satu pengepul tanaman bumbu, Sunartik, menyiapkan serai dan sejumlah bahan bumbu termasuk bunga kecombrang di Sukarame II, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, Senin (25/10/2021). Foto: Henk Widi

Sunartik, salah satu pengepul bumbu dan sayuran di Sukarame II, Teluk Betung Barat menyebut kecombrang jadi salah satu jenis bumbu dapur. Sejumlah bumbu dapur yang dibudidayakan sebutnya jenis serai, lengkuas, kunyit hingga jahe. Kecombrang tumbuh subur di wilayah kaki gunung Betung di dekat aliran sungai.

Lihat juga...