Bunga Raflesia Tumbuh di Komplek Alam Pesona Cibitung

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Bunga Reflesia atau bunga bangkai diperkirakan jenis autum ditemukan baru tumbuh di komplek Perumahan Alam Pesona, Desa Wanajaya, Cibitung, kabupaten Bekasi, Jawa Barat .

Kemunculan bunga bangkai yang tergolong langka tersebut mengejutkan warga sekitar komplek. Sehingga menjadi perhatian banyak warga, mengingat tumbuhnya tak sembarang tempat.

“Bunga bangkai atau Raflesia sepertinya jenis autum, sekarang baru mekar dan menjadi tontonan warga untuk berswafoto. Lokasinya tepat di belakang rumah warga di komplek Alam Pesona, dekat lokasi wisata Wanajaya,” ungkap Ahmad Ajat, pecinta lingkungan hidup kepada Cendana News, Rabu (27/10/2021).

Dikatakan, bunga tersebut ditemukan pertama kali oleh pemilik lahan. Hingga kemudian menyebar. Bahkan isteri Kepala Desa Wanajaya pun telah ke lokasi untuk melihat langsung dan berswafoto. Saat ini kondisinya sudah diberi pagar oleh warga untuk dibiarkan tumbuh lebih besar lagi.

Menurut Ajat, biasanya bunga Raflesia atau bunga bangkai jenis auntum tingginya hanya mencapai 60 cm dengan lebar bunganya antara 12 -15 centimeter. Biasanya mengeluarkan bau tak sedap, tapi jenis autum biasanya tak terlalu menyengat.

“Sekarang baru mekar, biasanya jika di hutan tumbuhnya akan lama bisa mencapai tiga bulanan. Tapi kalau di komplek begini, tak lama karena cuaca dan interaksi dengan manusia juga mempengaruhi,” ujarnya.

Warga setempat Wangky mengakui, bunga raflesia di kampungnya tumbuh di dua tempat, selain di komplek Alam Pesona Wanajaya, juga ada di kampung Selang Cau. Tapi di Perkampungan di depan rumah Kong Nyinan masih agak kecil karena baru tumbuh juga banyak di kunjungi warga untuk berswafoto.

“Yang mulai tumbuh cukup tinggi, di komplek Alam Pesona di belakang rumah warga. Sudah agak besar tumbuh tinggi dan mekar bunganya, tiga hari ini cukup banyak dikunjungi warga dari berbagai tempat, terutama emak-emak karena penasaran,”ujarnya.

Fenomena bunga bangkai tumbuh di sekitar desa Wanajaya, sudah lazim bagi warga. Meski jarang tapi masih tumbuh biasa di pemukiman seperti belakang atau didepan rumah pemukiman. Karena masih banyak tempat yang teduh dan belum dibuka.

Lastri warga lainnya mengaku penasaran karena menyebar melalui WA grup tentang bunga bangkai tumbuh di pemukiman warga. Sehingga ia mencoba datang ke lokasi untuk melihat langsung.

“Saya kerap naik gunung, tapi jarang juga melihat bunga bangkai. Ternyata bentuk aslinya begini, dan bau ya,” paparnya.

Tumbuhnya bunga bangkai di tengah pemukiman warga turut memberi berkah bagi warga sekitar. Karena banyaknya kunjungan warung pun jadi laku, membeli minuman dan lainnya. Bahkan tak jarang mereka membeli air untuk menyiram bunga bangkai tersebut.

Lihat juga...