Capaian Program Vaksinasi Covid-19 di Banyumas Baru 42,6 Persen

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Hingga akhir September 2021, vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Banyumas belum mampu menjangkau 50 persen. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas, mencatat capaian vaksinasi hingga 30 September baru 42,6 persen penduduk Banyumas.

Bupati Banyumas, Achmas Husein, mengatakan pihaknya sudah berupaya maksimal supaya vaksinasi bisa menjangkau 50 persen pada September, sehingga Banyumas bisa turun level. Namun, sampai akhir bulan baru bisa menjangkau 595.577 orang dari total target vasinasi sebanyak 1.398.427 orang.

“Belum 50 persen untuk bulan September ini, bulan Oktober ini dipastikan sudah lebih dari 50 persen, sehingga bisa cepat turun level,” kata Bupati, Jumat (1/10/2021).

Lebih lanjut Husein memaparkan, vaksinasi yang perlu digencarkan kembali karena masih di bawah 50 persen, yaitu pada kalangan masyarakat umum dan remaja. Sampai saat ini untuk cakupan vaksinasi pada masyarakat umum baru mencapai 39 persen, dan untuk kalangan remaja masih 23 persen.

Untuk masyarakat umum saat ini sudah dilakukan vaksinasi terhadap 362.258 orang dari 929.911 sasaran. Dan, untuk kalangan remaja sudah menjangkau 37.472 orang dari target sasaran sebanyak 162.999 remaja usia 12 – 17 tahun.

Sedangkan yang sudah mencapai lebih dari 50 persen, yaitu vaksinasi di kalangan lansia, sudah menjangkau 54,4 persen, vaksin untuk petugas pelayanan publik sudah 76 persen, vaksin untuk kalangan tenaga kesehatan sudah menjangkau 134,8 persen.

Bupati menyampaikan, untuk pelaksanaan vaksinasi pihaknya tidak bisa memasang target, mengingat stok vaksin tergantung pada pengiriman dari pemerintah pusat.

“Kita tidak bisa memasang target, karena semua tergantung pada stok vaksin dan alokasi vaksin pemerintah pusat yang menentukan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepada Dinkes Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, mengatakan sampai dengan berakhirnya bulan September, penambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas hanya 773 orang. Dan, untuk jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia sepanjang bulan September hanya 74 orang.

“Ada penurunan yang sangat signifikan di bulan September, baik penambahan angka positif maupun jumlah kematian. Sehingga, indikator untuk turun level tetap terjaga, ditambah nanti dengan capaian vaksinasi. Dengan catatan, masyarakat tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan, selalu menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta tetap perlu mengurangi aktivitas di luar yang tidak mendesak,” jelasnya.

Menurut Sadiyanto, penerapan protokol kesehatan harus terus diingatkan, mengingat mulai banyaknya aktivitas serta pusat keramaian yang dibuka. Sebab, meskipun sudah banyak dilakukan vaksinasi, jika masyarakat abai terhadap prokes maka tidak akan ada artinya.

Lihat juga...