Capaian Vaksinasi di Aceh Baru 29,5 Persen

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo, realisasi vaksinasi COVID-19 di daerah itu saat ini baru 29,56 persen.

“Dapat kami laporkan, jika per-hari Minggu (24/10/2021) kemarin, sebanyak 29,56 persen masyarakat Aceh telah divaksin. Mereka yang telah disuntik vaksin di antaranya adalah tenaga kesehatan, warga lansia, petugas publik, masyarakat rentan dan umum, pelajar dan santri dayah serta anak usia remaja,” kata Nova Iriansyah, di Banda Aceh, Senin (25/10/2021).

Berbagai upaya, akan ditempuh guna akselerasi pelaksanaan vaksinasi di daerah setempat. “Pemerintah Aceh dengan dipimpin Sekda Aceh turun langsung ke lapangan, ke sekolah-sekolah, dan ke pesantren untuk memastikan pelaksanaan vaksinasi berjalan lancar,” katanya.

Pemerintah Aceh, juga menyelenggarakan zikir dan doa bersama setiap hari, sebelum beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan itu diikuti ribuan pelajar dan ASN, di mana sekitar 1.000 titik zoom, terdiri atas sekolah menengah tingkat atas, kantor-kantor pemerintahan, dan Kantor Cabang Bank Syariah seluruh Aceh.

Pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada sekolah dan wali murid, yang vaksinasi siswanya sudah mencapai 95 persen. “Di setiap akhir zikir, selalu dilakukan pemantauan untuk memastikan penanganan COVID-19, termasuk vaksinasi, berjalan dengan baik,” tambah Nova.

Dari sisi pemulihan ekonomi, Pemerintah Aceh juga melakukan berbagai upaya, yakni pemberdayaan UMKM, peningkatan kapasitas pelaku UMKM yang berorientasi ke arah pemasaran secara digital. Pemerintah Aceh juga memberikan stimulus permodalan dan peralatan kerja serta membina pengusaha muda melalui Gerakan Wirausaha Pemula.

Pemerintah Aceh disebutnya, juga telah melakukan berbagai terobosan dalam upaya meningkatkan investasi di daerah secara periodik, dengan melakukan pertemuan bisnis secara virtual dengan calon investor, baik dari dalam maupun luar negeri. “Kita juga mempersiapkan virtual office untuk kemudahan para investor dalam rangka meminimalisir pelayanan offline (luring) di masa pandemi,” pungkas Nova. (Ant)

Lihat juga...