Cegah Krisis Air Bersih, Optimalkan Pembangunan Sumur Bor

BANGKA TENGAH  – PT Timah Tbk membangun sumur bor skala besar di Desa Kayu Besi Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, guna mencegah krisis air bersih selama musim kemarau di wilayah operasional perusahaan itu.

“Air sumur bor skala besar dan dalam yang dibangun PT Timah ini sangat membantu warga mendapatkan air bersih layak untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Kepala Desa Kayu Besi Yohanes Tamaela di Kayu Besi, Kamis.

Ia mengatakan selama ini ketersediaan air bersih yang kurang menjadi permasalahan bagi warga apalagi selama musim kemarau, karena sumber air yang dimiliki warga tidak layak dikonsumsi dan kebutuhan hari-harinya.

“Selama ini air yang dimanfaatkan warga itu berwarna kuning, berkarat karena kurang dalamnya pengeboran air tersebut,” katanya.

Menurut dia, sumber air yang didapat oleh warga bersumber dari pengeboran yang kurang dalam. Padahal air yang bagus untuk digunakan serta juga aman dikonsumsi merupakan air yang berasal dari pengeboran yang dalam.

“Air yang bersumber dari tanah dengan pengeboran yang dangkal, akan menghasilkan air yang berwarna kuning serta cenderung mengandung karat yang mana dapat membahayakan kesehatan warga,” katanya.

Perwakilan dari Kecamatan Namang Darmansyah mengapresiasi bantuan dari PT Timah Tbk bagi warga kayu besi. Hal in juga sejalan dengan program pemerintah untuk menyiapkan air bersih bagi masyarakat.

“Kami dari pihak pemerintah, khususnya Kecamatan Namang mengucapkan terima kasih kepada PT Timah yang telah memberikan CSR nya berupa satu paket sumur bor. Memang salah satu program pemerintah, kebutuhan masyarakat selain kebutuhan pokok, tetapi juga air bersih,” sebutnya.

Ia mengimbau agar masyarakat dapat menjaga dan memelihara sumur bor ini. Jika hanya bergantung kepada pemerintah, kegiatan ini akan susah untuk direalisasikan karena keterbatasan anggaran.

Salah seorang warga Desa Kayu Besi Sustini (45) sangat mengucapkan terima kasih ke PT Timah yang telah membangun sumur bor yang lebih dalam dengan kualitas air layak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya sangat senang sekali, karena tidak sulit lagi mendapatkan air bersih untuk mandi, mencuci dan memasak,” katanya. (Ant)

Lihat juga...