Dampak Normalisasi Kali Cikarang Hilir Mulai Dirasakan Petani di Utara Bekasi 

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Normalisasi Kali Cikarang Hilir dalam rangka penanggulangan kekeringan lahan pertanian di wilayah Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, realisasinya sudah mencapai 15 kilometer. Sampai hari ini, pelaksanaan normalisasi saluran irigasi untuk aliran sawah petani sudah lebih sebulan.

“Kami sudah mengajukan penambahan sebulan lagi dan telah diterima dan ditandai instansi terkait. Karena masih ada 19 KM lagi yang harus dinormalisasi dari total 34 KM,”ungkap Ustadz Jejen Jaenuddin, Ketua penggerak gotongroyong penanggulangan 23 Desa di Utara Bekasi, kepada Cendana News, Senin (4/10/2021).

Jejen melaporkan, bahwa kegiatan normalisasi berjalan lancar, terutama di wilayah Hulu Sungai Cikarang Hilir dengan kedalaman mencapai 5 meter dan lebar 10 meter. Pengerjaan normalisasi sehari bisa mencapai 200 meteran. Untuk kendala pasti ada, seperti pohon besar dan jembatan penyeberangan besar.

Jejen Jaenuddin, Koordinator Gotong royong di wilayah Utara Kabupaten Bekasi, yang terus melakukan Pengawalan pelaksanaan normalisasi, Senin (4/10/2021). –Foto: M Amin

Sementara kendala normalisasi ada di wilayah hilir, akibat alat berat yang diturunkan kurang memadai tidak seperti di wilayah hulu. Alat berat di hilir rata-rata sehari hanya bisa menyelesaikan pekerjaan 50an kilometer, dengan kedalaman hanya 1,5 meter dan lebar 7 meter. Wilayah hilir kendala sidementasi seperti lumpur bisa mencapai 2,5 meter, hal lain banyaknya jembatan di lintasi kali Cikarang Hilir.

“Saat ini jumlah ekskavator yang digunakan untuk normalisasi Kali Cikarang Hilir ada empat unit, dua di hulu dan dua lagi di hilir dari balai besar dan PJT 2. Semua dibiayai sendiri oleh masing-masing instansi, hanya alat berat yang dipinjamkan dari Citarum yang dibiayai oleh Pemkab Bekasi,”ungkap Jejen, yang mengaku saat ini kesulitan mencari dana talangan untuk operasionalnya.

Saat ini, tambahnya, normalisasi Kali Cikarang Hilir sudah mulai dirasakan di beberapa desa, seperti di wilayah sudah merasakan cukup air seperti di Kecamatan Sukakarya, Sukatani dan Tambelang. Untuk Desa yang sudah terairi, Desa Sukaindah, Sukamurni, Sukawangi, Sukabudi sebagian Desa Sukadaya, Sukakerta, Jayabakti.

“Desa dengan areal pertanian yang belum terairi dan masih belum teraliri air dari normalisasi ada empat desa, yakni Desa Sukaringin, Pantai Harapanjaya, Sindangsari dan Desa Sindangjaya,” ungkapnya.

Sekretaris Gotong Royong Normalisasi Kali Cikarang Hilir, Ichang Koswara, menambahkan sesuai data pekerjaan normalisasi yang belum selesai dan dalam tahap pelaksanaan yaitu, dari pasar bersih ke Sukatani sepanjang 6 kilometer.

Lalu dari Sukatani ke Sukaindah, 5 kilometer dan Sukamurni ke Sukakerta 1 kilometer, terakhir dari Sukaringin ke Pantai Harapan Jaya 7 kilometer dengan total masih 19 kilometer lagi.

“Soal debit air, di hulu masih masalah 7 km antara warung 1 dan Sukatani, masih tahap pengerjaan, di situ sumber kemacetan air di titik itu air tidak bisa mengalir dengan deras, karena sidemntasi tinggi air mengalir ke samping, maka  air 5 kubik ke hilir hanya 1 kubik, dan lokasi empat desa itu juga belum disentuh normalisasi,” ujarnya.

Lihat juga...