Dengan Jaminan Kerja, Pedagang Penerima Upah Lebih Sejahtera

Editor: Koko Triarko

Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Kabupaten Situbondo, Bayu Wibowo Putra, saat ditemui di Desa Kesambi Rampak, Kecamatan Kapongan, Situbondo, Selasa (26/10/2021). –Foto: Iwan Feriyanto

SITUBONDO – Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Kabupaten Situbondo, Bayu Wibowo Putra, mengatakan pihaknya menggandeng Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Situbondo, untuk meningkatkan minat para pelaku usaha dalam memanfaatkan jaminan ketenagakerjaan untuk kebutuhan jangka panjang.

“Akses BPJS Ketegakerjaan pada dasarnya memberikan perlindungan kepada para pelaku pedagang, yang masuk dalam kategori penerima upah. Karena usaha perdagangan merupakan pekerjaan mandiri,” ujar Bayu Wibowo Putra, di Kapongan, Situbondo, Selasa(26/10/2021).

Bayu mengatakan, tak sedikit para pedagang yang masih kesulitan melakukan pendafataran jaminan keselamatan kerja pada BPJS Ketenagakerjaan.

”Dengan adanya jaminan kerja, pedagang akan menjadi lebih sejahtera. Sebab, iuran yang dilakukan dapat diakses kembali, dan mendapat beberapa dana risiko peristiwa kerja yang dialami oleh para pedagang. Sehingga dana tersebut dapat diklaim dan dikelola oleh pemilik BPJS Ketenagakerjaan itu sendiri,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bayu menyampaikan, bagi para pedagang yang bergerak dalam usaha mandiri, mendapatkan perlindungan atas terjadinya peristiwa risiko pekerjaan.

Ia mencontohkan,  ada salah satu pejabat non-Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Situbondo yang meninggal dunia karena sakit. Pihak ahli waris dapat mengklaim atas jaminan yang didapatkan.

“Salah satu pegawai non PNS itu bekerja di Disperdagin Situbondo, sedangkan di waktu sore hari ia bekerja sebagai keamanan pasar. Suatu waktu meninggal karena sakit. Di antara dua jaminan yang dilakukan, pihak pelaku maupun keluarga dapat mengklaim, bila terjadi risiko pada aktivitas pekerjaannya,” jelasnya.

Bayu menambahkan, pegawai non PNS yang meninggal itu mendapatkan dua kali klaim jaminan kerja, yang masing-masing jumlah nominalnya sebesar Rp42 juta.

“Klaim itu kami serahkan pada pihak keluarga, sejumlah Rp84 juta atas dua jaminan risiko kerja yang dilakukan sebelumnya,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Kabupaten Situbondo, Edy Wiyono, S.Sos., M.Si., mengatakan, jaminan risiko kerja dilakukan dalam rangka upaya ikhtiar bersama. Pasalnya, para pelaku usaha mendapat kesejahteraan hidup.

“Pelaksanaan pendaftaran jaminan kerja yang nantinya menyasar kepada pedagang, memberikan fasilitas jaminan risiko jangka panjang. Fasilitas itu bisa dinikmati dan dirasakan sendiri oleh para pelaku pedagang,” ucapnya.

Lihat juga...