Desa Ian Tena di Sikka Atasi ‘Stunting’ dan Gizi Buruk dengan PMT

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Banyaknya anak yang mengalami stunting, gizi buruk dan kurang gizi membuat Desa Ian Tena di Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menganggarkan penggunaan dana desa untuk mengatasi permasalahan ini.

“Kami menganggarkan dana untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk penanganan anak stunting, gizi buruk dan kurang gizi,” kata Kepala Desa Ian Tena, Thomas Alfa Edison saat ditemui di desanya, Jumat (8/10/2021).

Edison sapaannya menyebutkan, selain untuk penanganan gizi anak, pihaknya pun menganggarkan dana untuk sekalian menangani ibu hamil kekurangan energi kronik (Bumil KEK).

Ia memaparkan, di Desa Ian Tena terdapat 6 anak stunting, 5 Bumil KEK serta 31 anak  gizi buruk dan kurang gizi yang mengikuti program PMT secara rutin setiap harinya.

“Kami menargetkan PMT selama 180 hari namun baru 30 hari sudah ada hasil yang cukup baik. Ini bisa menjadi motivasi dalam PMT tahap kedua yang akan dilaksanakan,” ungkapnya.

Kepala Desa Ian Tena,, Thomas Alfa Edison saat ditemui di kantor desanya, Jumat (8/10/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Edison memaparkan, desanya bisa mengatasi ini sebab melakukan kerja sama dengan para kader Posyandu, tenaga kesehatan dan mitra dari peternakan ayam kampung Solideo Farm.

Dampaknya kata dia, pihaknya  bisa menanganinya di mana dalam sebulan di hari ke-31 PMT, saat penimbangan terjadi kenaikan secara signifikan berat dan tinggi badan anak.

“Kondisi gizi Bumil KEK juga mengalami perbaikan signifikan. Kami libatkan tim gizi dari kabupaten untuk memberikan resep atau menu makanan yang standar dan layak untuk memberikan asupan gizi kepada anak selama 31 hari,” terangnya.

Edison mengharapkan hasil positif yang diperoleh bisa menjadi pelecut semangat anggota tim agar bisa menekan angka stunting dan gizi buruk bahkan desanya bisa bebas stunting.

Ketua kader Posyandu Habihogor, Desa Ian Tena, Maria Emilde menjelaskan, pemberian menu makanan dalam program PMT bervariasi setiap harinya.

Maria memaparkan, menu yang diberikan sesuai rekomendasi ahli gizi meliputi telur ayam kampung, daging ayam kampung, tahu, tempe, sayur-sayuran dan buah-buahan.

“Setiap hari konsumsi telur ayam kampung wajib dilakukan sementara untuk daging ayam kampung seminggu hanya dua kali.Konsumsi ikan tuna atau cakalang selama lima hari,” ujarnya.

Maria menjelaskan, apabila di hari tersebut tidak konsumsi daging ayam maka diberikan ikan sementara sayur-sayuran,tahu,tempe dan buah-buahan harus selalu dikonsumsi setiap harinya.

“Semua kader Posyandu memasak makanannya dan anak-anak mengonsumsinya saat siang hari di Posyandu yang ada di setiap dusun.Menu makanan yang dihidangkan wajib dikonsumsi,” ungkapnya.

Lihat juga...