Desa Wisata Cikakak di Banyumas Jadi Binaan Kemenparekraf

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Desa wisata Cikakak yang berada di Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah saat ini sudah resmi menjadi binaan Kementerian Pariwisata dan ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Desa tersebut harus turut menyukseskan program-program Kemenparekraf.

Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Wakhyono mengatakan, Cikakak ditargetkan untuk menjadi desa wisata berkelanjutan dan menjadi barometer desa wisata  lainnya. Setelah menjadi binaan langsung Kemenparekraf, saat ini sedang dilakukan banyak pembenahan.

“Setelah kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno minggu lalu, Desa Wisata Cikakak resmi menjadi desa binaan Kemenparekraf. Banyak pembenahan yang sedang dilakukan saat ini, mulai dari aspek tata kelola destinasi wisata, manajemen dan kelembagaan desa wisata dan lainnya,” jelasnya, Minggu (24/10/2021).

Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Wakhyono di Banyumas, Minggu (24/10/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Wakhyono mengatakan, salah satu program Kemenparekraf yang akan diterapkan di Cikakak adalah desa wisata tersebut akan menjadi lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari para mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Negeri Bandung.

“Saat ini saja sudah banyak studi banding yang dilakukan di Cikakak, kemarin ada rombongan dari Jawa Tengah yang melakukan studi banding tentang pengelolaan sampah di lokasi wisata,” tuturnya.

Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk mendampingi Desa Wisata Cikakak dalam upaya menuju desa wisata berkelanjutan, yaitu menjadi lebih mandiri dalam semua aspek, tata kelola pariwisata serta pelibatan semua sektor wisata di desa tersebut, termasuk masyarakat sekitar.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Saka Tunggal Desa Cikakak, Suto Handoyo mengatakan, pengelolaan Desa Wisata Cikakak dilakukan oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) bersama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Ada beberapa objek wisata di kawasan desa tersebut, seperti hutan kera, wisata alam yang didalamnya terdapat pasar tradisional, wisata religi yaitu Masjid Saka Tunggal Cikakak dan makam KH Mustolih serta wisata aneka kerajinan di desa tersebut.

“Dalam pengelolaan desa wisata ini, kita mengedepankan manajemen pemberdayaan masyarakat. Banyak warga desa yang terlibat, mulai dari yang berjualan di dalam lokasi wisata, sampai di sekitar wisata, termasuk pengelolaan parkir dan lainnya,” kata Suto Handoyo.

Salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi masyarakat adalah hutan kera. Ada sekitar 800 – 1.000 kera di hutan tersebut dan pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan kera-kera tersebut. Untuk akhir pekan, Sabtu dan Minggu, kunjungan di Cikakak bisa mencapai lebih dari 1.000 wisatawan.

Lihat juga...