Di Semarang, Anak-Anak Sudah Diperbolehkan Masuk Tempat Wisata

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Seiring kebijakan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 di Kota Semarang, objek wisata di ibu kota Jawa Tengah tersebut, sudah diperbolehkan menerima kunjungan wisatawan anak bawah 12 tahun.

Meski demikian, pengelola objek wisata tetap diminta menerapkan menerapkan Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE). Sekaligus penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

“Penerapan CHSE menjadi kewajiban bagi pengelola objek wisata yang tetap beroperasi di tengah pandemi Covid-19, guna memastikan keamanan pengunjung dari segi kesehatan, kebersihan dan keamanan mereka,” papar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari, saat dihubungi di Semarang, Minggu (31/10/2021).

Tidak hanya itu, para pengelola juga diwajibkan menerapkan aplikasi PeduliLindungi, guna memantau kesehatan pengunjung yang datang. “Mereka yang menggunakan aplikasi PeduliLindung ini, sudah pasti sudah divaksin Covid-19,” terangnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari, saat dihubungi di Semarang, Minggu (31/10/2021). -Foto Arixc Ardana

Tidak hanya itu, seiring dengan status PPKM level 1, pihaknya juga sudah mengizinkan pengelola wisata untuk menerima pengunjung anak-anak.

“Jika sudah umur 12 tahun ke atas, tentunya sudah divaksin, jadi mereka bisa menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Sementara bagi anak yang masih di bawah 12 tahun, mereka tetap kita pantau dari aplikasi yang digunakan orang tua mereka yang mendampingi saat berwisata,” tambahnya.

Pemkot Semarang saat ini juga terus mendorong penerapan aplikasi PeduliLindungi, di seluruh objek wisata yang ada di Kota Semarang.

Hal senada disampaikan Direktur Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jateng, Titah Listyorini, sebagai pengelola objek wisata Grand Maerakaca Semarang.

“Ya sesuai dengan aturan yang berlaku, pengunjung yang akan berwisata ke Grand Maerakaca Semarang, diwajibkan memiliki aplikasi PeduliLindungi. Artinya mereka ini sudah divaksin Covid-19,” terangnya.

Dipaparkan aturan tersebut diterapkan dalam upaya perlindungan wisatawan dari pandemi Covid-19.

“Sejauh ini dengan penerapan aturan tersebut, pengunjung tetap ramai. Apalagi saat ini anak-anak juga sudah diperbolehkan untuk berwisata,” tandasnya.

Demikian juga dengan penerapan CHSE. Pihaknya mengaku sudah memiliki sertifikasi tersebut dari Kemenparekraf, sebagai upaya meningkatkan kepercayaan pengunjung terkait kesehatan dan keamanan di objek wisata tersebut.

Lihat juga...