Disparbud Dukung Pengembangan Wisata Jalatunda

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Jembatan Jalan Tunda di Keramat Asem, Kelurahan Jatisari, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sebagai destinasi wisata religi di perbatasan Bekasi-Bogor.

“Kami mendukung pembentukan destinasi wisata religi Keramat Asem, yang sekarang telah ada jembatan Jalatunda, yang jadi ikon dibangun oleh Pokdarwis bersama warga setempat,” ungkap Ridwan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, dikonfirmasi Cendana News, Minggu (10/10/2021).

Untuk itu, dia meminta Pokdawis bersama warga setempat terus melakukan pembenahan untuk menyiapkan lokasi keramat Asem, Kampung Payangan, Jatisari, sebagai tujuan wisata di perbatasan. Disparbud akan mendukung apa yang diperlukan, seperti rekomendasi dan lainnya untuk mempercepat proses tersebut.

Menurutnya, Pokdarwis Jatusumbi saat ini telah resmi terbentuk dan Disparbud telah mendapat pemberitahuan. Tentu ke depan ada beberapa kerja sama yang terus digiatkan untuk mendukung destinasi wisata religi Keramat Asem tersbebut.

Bahkan, Ridwan pun menyampaikan agar bisa mempercepat destinasi wisata air memanfaatkan Kali Cikeas, agar menjadi tempat arung jeram, refting dan tubbing.

Mang Agus saat mengerjakan pengurukan tanah untuk lokasi Saung di lokasi Keramat Asem Jalatunda, Kampung Payangan, Jatisari, Kota Bekasi, Minggu (10/10/2021). –Foto: M Amin

“Saya sudah sampaikan ke Ketua Pokdawis Jatusumbi saat ke dinas kemarin. Semua jalur Cikeas agar bisa dimanfaatkan untuk jadi destinasi, karena itu bermanfaat dan menjaga alam agar Kali tetap bersih, bebas sampah dan pencemaran,” papar Ridwan.

Saat ini, Pokdarwis bersama warga sekitar Kampung Payangan, Jatisari, terus melakukan pembenahan di lingkungan jembatan Jalatunda. Salah satunya menyiapkan tempat saung, spot selfie Instagramable yang semua disiapkan menggunakan bambu yang banyak terdapat di lokasi tersebut.

“Pembenahan masih terus dilakukan sebenarnya, tapi alhamdulillah, kunjungan di akhir pekan seperti sekarang mulai datang dari berbagai tempat. Sudah banyak yang penasaran melihat langsung,” kata Abah Agus, warga setempat di lokasi Keramat Asem.

Diakuinya, jembatan dari bambu dengan panjang hampir 100 meter sudah mulai dilalui banyak warga untuk berswafoto. Begitupun mata air di bawah pohon yang dikeramatkan, menjadi daya tarik tersendiri. Banyak warga memanfaatkan sumber mata air untuk minum dan cuci muka dengan berharap mendapat berkah.

Sementara Ketua Pokdarwis Jatusumbi, Maman Warman, mengakui masih banyak yang harus dibenahi agar lokasi keramat Asem menjadi destinasi wisata religi di wilayah perbatasan Bekasi-Bogor.

“Kami sebenarnya mengundang investor untuk bersama mengembangkan lokasi Keramat Asem, melalui pengelolaan aliran kali Cikeas ini. Banyak yang bisa dikembangkan, untuk itu jika ada investor melalui Disparbud, ayo turun ke Kampung Payangan,” tukasnya.

Lihat juga...