Ditaburi Bumbu Kacang, Kerupuk, Kupat Tahu Khas Kuningan, Enak 

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Bingung mencari menu makan malam yang nikmat? Kupat tahu Kuningan bisa menjadi pilihan. Rasa manis, gurih dan pedas ada di setiap suapan bumbu kacang kental yang menyelimuti potongan ketupat dan tahu kuning bertabur kerupuk. 

Kuliner tradisional khas Jawa Barat ini dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di DKI Jakarta.

Mang Sihab, pedagang kupat tahu khas Kuningan, mengatakan nama kupat tahu berasal dari ketupat yang menjadi bahan utama hidangan kuliner ini.

Komposisi keseluruhan hidangan kuliner ini sangat sederhana, yakni hanya ketupat, tahu kuning, bumbu kacang, toge rebus, irisan ketimun, taburan bawang goreng, kecap, dan kerupuk.

“Formasi tersebut sudah menjadi standar kupat tahu khas Kuningan, tapi soal rasa dengan siraman kuah bumbu kacang kental dijamin nikmat,” ujar Mang Sihab, kepada Cendana News di tempat mangkalnya di Jalan Raya Gongseng, Jakarta Timur, Sabtu (23/10/2021) malam.

Menurutnya, kupat tahu khas Kuningan ini menjadi salah satu makanan tradisional yang digemari masyarakat Jakarta.   Rasa yang manis dan gurih dari bumbu  kupat tahu, membuat banyak pembeli kembali datang dan menjadi pelanggan tetap.

Mang Sihab saat membuat kupat tahu khas Kuningan untuk pembelinya di tempat mangkalnya di Jalan Raya Gongseng, Jakarta Timur, Sabtu (23/10/2021). -Foto: Sri Sugiarti

“Alhamdulillah, pembeli ramai tiap harinya. Dan, meskipun harga bahan-bahannya sudah naik, saya selalu jaga kualitas rasa dan tidak mengurangi porsi,” ucap Sihab.

Bumbu rempah yang dimasukkan dalam kacang goreng yang telah dihaluskan cukup beragam. Mulai cabai, bawang merah, bawang putih, air asam, gula merah dan garap.

Kacang tanahnya digoreng, lalu dihaluskan dan dimasak bersama bumbu rempah yang telah dihaluskan. Beri daun jeruk agar tercium wangi.

“Nah, saat disajikan diguyur bumbu kacang ke dalam piring berisi kupat, toge, tahu dan ketimun, baru ditambah kecap manis dan kerupuk. Kalau mau pedas bisa tambahkan sambalnya,” ujarnya.

Khusus tahu kuning, Sihab langsung mengorengnya di tempat. “Tahu panas yang  baru diangkat dari penggorengan  langsung diiris dadu, dan dimasukan ke dalam piring. Jadi goreng tahunya dadakan, tidak digoreng di rumah,”  jelasnya.

Kupat tahu khas Kuningan ini dipatok harga oleh Sihab sangat murah, yakni Rp12.000 seporsi.

Dia mengaku berjualan kupat tahu sudah enam tahun. Dengan jam berjualan mulai sore hari pukul 17.00 WIB hingga 24.00 WIB. Pelanggannya pun sudah banyak, bahkan dia juga menawarkan dengan sistem online jasa driver ojol.

“Zamannya sudah modern serba digital, ya saya ikut tren jualan di online juga untuk jaring pelanggan. Jualan dari sore sampai jam 24.00, alhamdulillah nggak pernah didatangi Satpol PP dalam kondisi corona juga,” ungkapnya.

Sandra, salah satu pelanggan kupat tahu Mang Sihab, mengaku kerap membeli makanan khas Kuningan ini. Selain harganya murah, kualitas rasa sangat beda dengan kupat tahu khas Jawa Barat lainnya yang pernah ia cicipi.

“Ini kupat tahu buatan Mang Sihab, bumbu kacangnya kental. Rasa manis, asin, asam, dan pedas menyelimuti setiap gigitan di lidah,” ujar Sandra.

Apalagi, kata dia, tampilan tahu kuning gorengnya itu juga masih hangat, karena baru diangkat dari penggorengan.

“Tahu kuning yang hangat akan sangat menambah kelezatan dari hidangan kupat tahu ini untuk disantap saat malam,” pungkasnya.

Lihat juga...