DIY Membuka Peluang Penambahan Dua Perunggu di Panahan PON Papua

Sejumlah atlet panahan putri membidik sasaran pada babak kualifikasi Panahan Putri 50 meter Compound PON Papua di Lapangan Kampung Harapan, Sentani, Papua, Rabu (29/9/2021) - foto Ant

YOGYAKARTA – Kontingen DIY, kembali membuka peluang untuk menambah koleksi medali dari PON Papua. Kali ini dari cabang olahraga panahan, setelah dua atlet andalan DIY melaju ke perebutan peringkat ketiga nomor recurve perorangan putra dan putri.

“Sebelumnya, kami berharap bisa melaju ke final karena hasil di kualifikasi cukup bagus. Masuk peringkat dua dan lima,” kata pelatih panahan DIY, Subarno, saat dikonfirmasi dari Yogyakarta, Kamis (30/9/2021).

Namun demikian, kondisi lapangan yang cukup berat dan cuaca yang panas, membuat tim panahan DIY harus puas melanjutkan perburuan medali untuk medali perunggu. Di babak semifinal, atlet putra DIY, Hendra Purnama, harus mengakui keunggulan Alviyanto Bagas Prastyadi dari Jawa Tengah dengan skor 5-6. Sedangkan atlet putri, Titik Kusumawardani, kalah di tangan atlet tuan rumah, Reza Octavia, dengan skor 3-7.

Di perebutan medali perunggu, Hendra akan bertemu atlet asal DKI Jakarta, Muhammad Rizqi. Sedangkan Titik, akan bertemu atlet asal Kalimantan Tengah, Linda Lestari. Meskipun demikian, Subarno menyebut, hasil yang diperoleh anak asuhnya di nomor recurve perorangan pada PON tahun ini lebih baik dibanding hasil pada PON sebelumnya. “Pada PON 2016, kami hanya meloloskan recurve putra untuk perebutan medali perunggu. Tetapi untuk tahun ini ada atlet putri yang juga masuk perebutan perunggu,” jelasnya.

Selain di nomor recurve perorangan, Subarno menyebut, tim DIY masih memiliki peluang yang cukup bagus untuk meraih medali dari nomor compound perorangan putra dan putri. Sementara itu, koleksi medali kontingen DIY pada Kamis (30/9/2021) juga bertambah, yang dipersembahkan cabang olahraga Wushu yang bertanding di Merauke. Sementara Zevanya Adelia Sidharta, berhasil mempersembahkan medali perak untuk DIY dari nomor Taiji.

Koordinator Kontingen DIY di Merauke, Nolik Maryono mengatakan, medali perak dari wushu merupakan medali pertama untuk kontingen DIY, dari pertandingan yang berlangsung di distrik Merauke. “Hari ini Zevanya membukukan total nilai 19,25 untuk meraih medali perak,” katanya.

Saat ini, cabang olahraga wushu masih menyisakan satu altet lain, Marcheline, yang tampil di nomor Jia Shu atau pedang dan diharapkan dapat mempersembahkan medali untuk DIY. (Ant)

Lihat juga...