Dongkrak Indeks Baca, Pemkot Bandung Gelar Jambore dan Festival

BANDUNG — Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung berupaya mendongkrak indeks budaya baca warga dengan menggelar Jambore VIII Budaya Baca dan Festival Duta Baca.

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Disarpus Kota Bandung Felly Lastiawati mengatakan pada tahun 2020 indeks baca masyarakat Kota Bandung berada di angka 74,76 persen. Masuk level 2 atau kategori cukup, mendekati baik.

“Tahun ini kita juga lakukan kajian terkait indeks gemar membaca, karena pandemi ini kita mengubah cara pandang masyarakat, salah satu indikator kunjungan ke perpustakaan kami lakukan terobosan bagaimana masyarakat mengakses layanan digital e-Pustaka,” kata Felly di Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/10/2021).

Menurutnya, Jambore Budaya Baca dan Festival Duta Baca juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-211 Kota Bandung. Acara ini diikuti oleh 473 peserta, terdiri atas 223 peserta lomba duta baca, 120 peserta lomba menulis cerita, dan 130 peserta lomba video sejarah.

“Nanti di akhir acara itu ada 6 finalis di masing-masing kategori lomba yang akan tampil dalam grand final Selasa (26 Oktober),” kata dia.

Acara tersebut menyertakan tiga perlombaan, yakni lomba duta baca dan video sejarah dengan peserta setingkat SMP dan lomba menulis cerita untuk anak-anak setingkat SD.

Semua kategori lomba mengangkat tema yang sama, menyasar isu permasalahan lingkungan dan stunting. Untuk lomba duta baca ada beberapa tahapan khusus.

Kepala Bidang Kerja Sama Pokja Literasi Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung Neti Supriati mengatakan pada tahap pertama peserta diajak untuk belajar mengobservasi permasalahan. Inventarisasi persoalan di lingkungan sekitar menjadi bahan sebelum pengambilan keputusan.

Tahapan kedua, kata Neti, peserta harus menyertakan referensi pada saat menyampaikan informasi, baik dalam bentuk karya maupun secara lisan sebagai dasar penguat keputusan yang diambil atau penyampaian informasi.

Untuk tahap ketiga, Neti mengatakan target akhir, anak-anak diharapkan tidak hanya memenuhi sebuah karya, tapi memiliki visi misi ke depannya untuk kemajuan Kota Bandung terkait tema permasalahan isu lingkungan maupun stunting.

“Tujuannya agar anak tidak mudah mendengar berita-berita belum jelas. Jadi, dalam rangka mencegah hoaks di generasi muda, karena kegiatan ini tahapan berikutnya peserta harus menyertakan referensi,” kata Neti. (Ant)

Lihat juga...