Ekspor Perikanan asal Sultra Didominasi Tiga Jenis Hasil Laut

KENDARI  – Ekspor perikanan Sulawesi Tenggara di masa pandemi Covid-19 masih didominasi tiga jenis hasil laut yakni ikan cakalang, cumi-cumi dan kerang dara.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sultra, La Ode Kardini, melalui pesan singkat di Kendari, Minggu mengatakan tiga jenis hasil laut yang mendominasi ekspor tersebut dikarenakan, dari hasil tangkapan para nelayan yang dipadukan dengan kondisi musim yang membatasi para nelayan untuk mendapatkan ikan-ikan kualitas terbaik seperti tuna, kerapu dan ikan kakap.

“Biasanya, untuk mendapatkan hasil tangkapan ikan kualitas lebih baik, ada waktu tertentu. Dan nelayan pun bila akan melaut harus pandai membaca tanda-tanda alam, sebab pergerakan ikan dari satu tempat ke tempat lainnya juga ada waktunya,” ujar Kardini.

Sebelumnya, pihak Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kendari mencatat Sulawesi Tenggara mengekspor hasil perikanan selama 2020 mencapai 89,2 ton, dan hasil perikanan itu mayoritas diekspor ke negara Thailand.

Adapun jenis hasil laut yang dominasi adalah cakalang, cumi-cumi dan kerang dara.

Untuk ikan cakalang sebanyak 54 ton dengan nilai Rp1,12 miliar, cumi-cumi sebanyak 19,24 ton dengan nilai Rp1,26 miliar dan kerang dara sebanyak 16 ton dengan nilai Rp423 juta.

“Jadi total semua komoditas perikanan yang di ekspor ke Thailand selama 2020 sebanyak 89,24 ton dengan total nilai kurang lebih Rp2,8 miliar,” kata Kepala BKIPM Kendari Amdali Adhitama dalam ketarangan terpisah.

Terkait ekspor di tahun 2021, Amdali mengatakan, kinerja ekspor Januari hingga beberapa bulan berikutnya tumbuh sehat dan naik 2-3 digit, sekaligus peluang yang baik, sebab tak ada pengusaha dari Thailand yang meminta hasil perikanan dari Sultra.

Dia mengatakan Sultra juga mengekspor hasil perikanan hidup seperti ikan hias, udang, kepiting melalui Bandara Haluoleo Kendari.

“Saat ini sudah tersedia fasilitas untuk melakukan ekspor, bisa melalui pelabuhan Kendari New Port dan bisa melalui Bandaha Haluoleo Kendari,” kata Amdali. (Ant)

Lihat juga...