Gagal Bayar AS Bisa Sebabkan ‘Bencana’

Menteri Keuangan AS, Janet Yellen -Ant/Reuters

WASHINGTON – Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, sepakat bahwa setiap gagal bayar atau default pada utang Amerika Serikat akan menyebabkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki serta krisis keuangan dan resesi berikutnya.

Yellen, ditanya oleh anggota Komite Jasa Keuangan DPR AS apakah kerusakan yang diakibatkan oleh kegagalan memenuhi kewajiban utang pemerintah federal akan “tidak dapat diperbaiki”, menjawab: “Ya.”

Pernyataannya adalah yang terbaru dari serangkaian peringatan mengerikan yang dikeluarkan Yellen, ketika Kongres masih menemui jalan buntu atas masalah pencabutan atau penangguhan batas utang di tengah perselisihan mengenai agenda legislatif mayoritas Demokrat dan pemerintahan Biden.

Yellen mengatakan, pemerintah akan kehabisan uang tunai sekitar 18 Oktober, kecuali Kongres menaikkan batas utang federal, saat ini dibatasi pada 28,4 triliun dolar AS. Setelah tanggal itu, Departemen Keuangan akan “hanya dalam situasi yang tidak mungkin,” kata Yellen saat tampil di hadapan komite pada Kamis (30/9/2021). “Kami tidak akan mampu membayar semua tagihan pemerintah.”

Pagu utang kembali berlaku pada Agustus setelah penangguhan dua tahun, dan Departemen Keuangan telah menggunakan “langkah-langkah luar biasa” untuk mendanai pemerintah sejak itu. Yellen awal pekan ini mengatakan kepada anggota parlemen, langkah-langkah itu akan habis sekitar pertengahan Oktober, lebih awal dari yang diperkirakan sebagian besar analis, setelah itu pemerintah tidak akan memiliki cukup dana untuk memenuhi semua kewajibannya, mulai dari pembayaran Jaminan Sosial hingga pokok dan bunga jatuh tempo pada surat utang negara dan obligasi.

Kegagalan untuk memenuhi kewajiban tersebut akan menandai gagal bayar AS pertama kalinya, yang Yellen telah berulang kali katakan akan menjadi “bencana.”

“Kami kemungkinan akan berakhir dengan krisis keuangan, tentu saja resesi,” kata Yellen kepada komite DPR. Ini juga akan memiliki “konsekuensi jangka panjang dari tingkat suku bunga yang lebih tinggi bagi setiap orang yang meminjam.”

Itu karena peringkat kredit AS pasti akan dipangkas, dan kreditur internasional yang telah lama memiliki surat utang negara atas dasar yang didukung oleh “kepercayaan dan kredit penuh” dari pemerintah AS, tidak akan lagi memandang surat-surat berharga itu sebagai “bebas risiko. “Itu akan membuatnya lebih mahal bagi pemerintah federal – dan semua orang – untuk meminjam.

Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, mengatakan kemampuan bank sentral AS untuk menahan dampak dari peristiwa semacam itu terbatas.

“Tidak ada yang berasumsi, bahwa kami benar-benar dapat berbuat banyak,” kata Powell kepada anggota parlemen pada Kamis (30/9/2021). “Tidak seorang pun boleh berasumsi, bahwa Federal Reserve atau siapa pun dapat melindungi rakyat Amerika dari konsekuensinya.” (Ant)

Lihat juga...