Gaya Hidup Halal Jadi Tren Global

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Wakil Presiden, KH. Mar’uf Amin, mengatakan wisata halal merupakan sektor penting dalam membangkitkan perekonomian nasional, utamanya dari sektor pariwisata.

Dengan berbagai potensi keragaman daerah tujuan wisata unggulan yang dimiliki setiap provinsi di Indonesia, KH.Mar’uf menyakini Indonesia dapat menjadi pusat industri wisata halal di dunia internasional.

“Gaya hidup halal jadi tren global, dan saya optimis Indonesia dengan keragaman daerahnya akan jadi pusat wisata halal dunia,” ujar KH. Mar’uf, dalam acara online bertajuk Peningkatan Pariwisata Halal yang diikuti Cendana News, Minggu (31/10/2021).

Dalam pengembangan ekonomi syariah melalui wisata halal, pemerintah terus melakukan terobosan dengan berbagai kebijakan dan program. Seperti, pemberian intensif untuk kawasan industri halal, sertifikasi halal dan kodifikasi produk halal.

“Itu kebijakan penunjang peningkatan sektor wisata halal, yang berkaitan erat dengan sarana atau fasilitas, ada makanan halal dan sarana ibadah,” ujarnya.

Ahli Ekonomi Islam, Dr. Muhammad Akhyar Adnan, MBA., CA., Ak., saat memaparkan peluang wisata halal bagi peningkatan ekonomi nasional pada  acara online bertajuk Peningkatan Pariwisata Halal yang diikuti Cendana News, Minggu (31/10/2021). -Foto: Sri Sugiarti

Selain itu, adalah dukungan pembiayaan syariah, pembentukan ekosistem industri halal, digitalisasi dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) berbasis ekonomi dan keuangan syariah.

Terpenting lagi, menurutnya juga meningkatkan literasi masyarakat tentang wisata halal. Karena, sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum paham pengertian wisata halal. Maka itu, KH.Mar’uf mengimbau pemangku kepentingan dan  pengusaha industri pariwisata untuk meningkatkan literasi masyarakat, tentang konsep wisata halal.

“Peningkatan literasi konsep wisata halal  sangat penting. Misal, pemenuhan fasilitas layanan halal yang ramah bagi wisatawan muslim,” ujar KH.Mar’uf Amin, yang juga menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI).

Ahli Ekonomi Islam, Dr. Muhammad Akhyar Adnan, MBA., CA., Ak., mengatakan dukungan kebijakan pemerintah terkait wisata halal sangat diperlukan, terutama karena pengembangan wisata halal diyakini akan berpengaruh signifikan bagi pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

“Pengembangan wisata halal perlu dukungan kebijakan yang implementatif. Ini karena wisata halal memberi peluang besar bagi kebangkitan ekonomi nasional ke depan,” ujar Akhyar, pada acara yang sama.

Dia menilai, prospek pengembangan wisata halal di Indonesia relatif baik. Hal ini karena penduduk Indonesia mayoritas muslim. Sehingga, konsep wisata halal juga sudah bisa diterima secara internasional dengan terminologi moslem friendly tourism atau wisata ramah muslim.

“Ya, meski aksentuasinya baru pada tataran makanan halal dan penyediaan tempat ibadah bagi wisatawan muslim di area wisata halal. Ini sudah dapat dipahami,” pungkasnya.

Lihat juga...