Goweser dan Pokdarwis Jatusumbi Buka Trek Baru yang Menantang

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Goweser di Kota Bekasi, Jawa Barat, kini memiliki trek baru yang lebih menantang, yang baru dikembangkan warga bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jatusumbi, di wilayah Jatirangga-Jatisari.

“Kami mengembangkan jalur alternatif bagi komunitas sepeda di Kota Bekasi, di akhir pekan bisa mencoba trek baru lebih menantang dengan sepeda gunung di Jalur trek Jatusumbi (Jalatunda Sumur Binong). Tentunya lebih seru dan menyenangkan,” kata Kang Abel, Ketua Pokdarwis Jatusumbi, di sela kerja bakti membersihkan dan membuka jalur sepeda kepada Cendana News, Minggu (10/10/2021).

Dikatakan, jalur trek sepeda yang dikembangkan mulai dari pemakaman sumur Binong disebut pos 3 di Jatirangga, dan tempat peristirahatan akhir di Pos 4 wilayah Jembatan Jalatunda Keramat Asem, Jatisari jarak tempuhnya bisa mencapai 7 kilometer total keseluruhan.

Menurutnya, saat ini jalur tersebut masih asri, jalur tanah yang melintasi sungai atau drainase. Sehingga lebih menantang untuk goweser sejati yang bosan di jalan landai seperti aspal tanpa ada rintangan berarti.

Ketua Pokdarwis Jatusumbi bersama RW 13 di lokasi pembukaan jalur trek sepeda menuju lokasi wisata religi keramat Asem, jembatan Jalatunda di Jatiasari, Bekasi, Minggu (10/10/2021). –Foto: M Amin

Selain suasana asri, gowser juga melihat aneka pohon endemik yang masih terjaga di jalur Jatusumbi tersebut, karena jalur masih tanah, sungai dna bebatuan.

“Saat ini, untuk olahraga air seperti Tubi menyusuri Jalur Cikeas mulai dari Sumur Binong ke Keramat Asem sudah mulai dibuka. Tapi masih perlu pembenahan, karena jalurnya bisa tiga jam jika rafting menggunakan perahu,” ujarnya.

Hari ini, ratusan warga dari RW 13 Jatirangga bersama Pokdarwis Jatusmbi, membuka jalur trek sepeda mulai dari Pemakaman Binong. Mereka bergotong-royong membersihkan jalur Jatusumbi untuk bisa segera difungsikan bagi goweser di akhir pekan.

Ketua RW 13 Jatirangga, Hendriansyah, meyakini trek Jatusumbi akan menjadi jalur alternatif yang banyak disukai goweser di Kota Bekasi. Sehingga, ke depan dia berharap mampu memberi nilai tambah bagi wilayah mereka yang akan dilintasi jalur tersebut.

“Jalur Jatusumbi bagi komunitas sepeda ini adalah jalur belakang yang mengikuti alur Kali Cikeas. Ini akan menjadi hal baru tentunya, untuk bisa meningkatkan ekonomi bagi warga, apalagi tak lama lagi jalur rafting dan tubbing bisa jadi,” ujar dia.

Jalur sepeda Jatusmbi ke depan akan terus diperbaiki agar lebih layak. Kondisi kekinian masih jalur alam setapak dengan tanah merah yang menantang. Untuk itu, disarankan pelintas harus sepeda gunung dan yang lebih suka tantangan.

Lihat juga...