Gubes UI : Mekanisme Penanganan COVID 19 Dapat Diaplikasikan pada Tuberkulosis

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Tjandra Yoga Aditama, Rabu (17/2/2021) - Foto Ranny Supusepa

JAKARTA — Langkah penanganan COVID 19, bisa diaplikasikan pada penanganan Tuberkolosis (Tb). Karena pokok penanganan COVID 19 dan Tb adalah pada pencegahan penularan melalui kontak dengan penderita dan penanganan dini. Sistem penelusuran pasien COVID 19 dan orang yang berinteraksi langsung pun dapat dapat digunakan untuk menelusuri suspek Tb.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Tjandra Yoga Aditama menyebutkan penanganan Tb, bisa dilakukan serupa dengan yang saat ini dilakukan untuk COVID 19.

“Yaitu berbasis inovasi, kolaborasi dan intergrasi semua pihak. Untuk menyelesaikan target Tb di 2030 nanti,” kata Tjandra Yoga, saat dihubungi, Jumat (8/10/2021).

Sebagai awal, yaitu langkah pencegahan dengan penggunaan masker dan menjaga jarak. Yang dilakukan untuk mencegah penularan COVID 29, memiliki dampak yang sama juga untuk kuman Tb.

“Jadi kalau saat ini kita menggunakan masker dan menjaga jarak untuk mencegah penularan COVID 19, sebenarnya bisa juga digunakan untuk mencegah penularan Tb,” ucapnya.

Hal yang sama juga berlaku bagi pengecekan spesimen, yang harus menggunakan teknologi pengecekan di laboratorium.

“Diagnosis akurat sangat dibutuhkan dalam penanganan Tb dan COVID 19. Perlakuannya bisa dilakukan secara bersama pada instalasi lab yang sama dan sistem transportasi spesimen yang sama pula,” ucapnya lagi.

Langkah perawatan dan pemulihan pada COVID 19 juga dapat diimplementasikan pada penanganan Tb. Termasuk di dalamnya pengembangan teknologi kesehatan dalam segi pencarian dan penelusuran orang yang berinteraksi dengan suspek.

“Juga termasuk teknologi perawatan dan skema komunikasi antara masyarakat dan pengidap Tb dengan tenaga ahli kesehatan,” imbuhnya.

Terkait Sumber Daya Manusia, Tjandra Yoga mengharapkan para tenaga ahli, terutama yang saat ini sedang menangani COVID 19 dapat melakukan penanganan dengan sistematis yang sama, pada pasien Tb.

“Dulunya mungkin menangani Tb. Karena ada COVID akhirnya mereka dipindahkan untum menangani pasien COVID. Ya sekarang dijadikan satu saja penanganannya,” kata Tjandra Yoga.

Ia juga menyebutkan ada empat penguatan yang dapat dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam rangka eliminasi Tb di tahun 2030.

“Pertama adalah mempersiapkan dan mengimplementasikan rencana pengejaran target, yang meliputi pemetaan pada daerah yang memiliki pelaporan rendah selama masa pandemi, mengintensifkan pencarian kasus pada area rentan dan mempersiapkan dukungan nutrisi bagi penderita Tb dan keluarganya,” katanya melanjutkan.

Kedua, lanjut Tjandra Yoga, meningkatkan penggunaan teknologi digital dalam hal konsultasi pelayanan kesehatan, perawatan dan pemantauan secara virtual dan memastikan ketersediaan suplai obat.

“Ketiga adalah memperkuat peran masyarakat dan juga kerja lintas sektor dalam penanggulangan Tb. Dan keempat adalah penggunaan penemuan terbaru dan riset dalam upaya memberikan kebermanfaatan bagi pasien,” pungkasnya.

Lihat juga...