Hujan Dua Jam Lumpuhkan Akses Jalan di Jatimulya Bekasi

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bekasi, Jawa Barat, sejak sore tadi mengakibatkan lumpuhnya akses jalan di kawasan Jatimulya, Tambun Selatan. Titik banjir terjadi di terowongan krosing tol dan di depan Puskesmas Jatimulya.

“Cukup hujan 2 jam saja untuk melumpuhkan kelurahan Jatimulya, Tambun Selatan dari depan Puskesmas di Kompleks Perum Jatimulya Raya ke arah jalan Toyogiri Selatan. Kondisi ini terus terjadi entah sejak kapan. Begitupun di krosing tol terowongan dipenuhi air dan tak bisa dilalui,” ungkap Latip, koordinator Peduli Kali Jambe yang juga warga asli Jatimulya, kepada Cendana News, Rabu (27/10/2021).

Dikatakan, saat ini titik terowongan tol menuju Jatimulya terputus karena dipenuhi air. Warga yang akan melintas terowongan tersebut harus bersabar menunggu hingga tiga jam untuk bisa melintas.

Menurutnya, banjir yang terjadi di dua tempat tersebut hingga memutus jalur ke kelurahan Jatimulya akibat buruknya drainase serta luapan air kali yang melintasi permukiman warga. Seperti di terowongan tol krosing, karena tidak mampunyai gorong-gorong  penampung air hingga meluap ke akses warga.

Latip, warga Jatimulya, Bekasi sekaligus koordinator normalisasi Kalijambe, -Dok: CDN

“Sementara di depan Puskesmas di tengah pemukiman warga Perumahan Jatimulya Raya, akibat luapan Kali Menir, dipadu dengan buruknya drainase di sekitar lokasi setempat,” papar Latip.

Dia berharap ada solusi nyata dengan Plt Bupati Bekasi Akhmad Marjuki yang baru dilantik. Karena masalah terbesar di wilayah Kabupaten Bekasi adalah soal lingkungan hidup, limbah, sampah dan bangunan liar di atas tanah negara yang sampai sekarang belum tertuntaskan.

“Sekarang Bekasi sudah memiliki pemimpin baru yang dilantik Gubernur Jabar siang tadi, menjadi wakil dan Plt Bupati. Ini unik, tanpa dipilih mungkin satu satunya di Indonesia. Semoga bisa membawa perbaikan, khususnya bidang lingkungan di Bekasi,” tukasnya.

Dikonfirmasi apakah hasil lab terkait limbah Kali Jambe yang telah diambil sampel oleh tim dari kementerian beberapa waktu lalu telah keluar, Latip mengatakan sampai sekarang masih dalam proses.

Sementara laporan dari KP2C, meski terjadi hujan deras, tetapi hulu sungai Cikeas-Cielungsi terpantau normal. Begitupun di aliran kedua sungai yang bermuara di Kali Bekasi tersebut, terpantau normal.

“Kondisi normal semua baik di hulu dan aliran tinggi muka air (TMA) dalam keadaan normal, meski kondisi cuaca hujan, baik di hulu Cileungsi ataupun Cikeas,” ujar Puarman, Ketua KP2C dalam laporannya melalui grup WA  info kondisi air Cileungsi-Cikeas bentuk siaga banjir wargan di bantaran.

Lihat juga...