Hujan Sebabkan Longsor di Sejumlah Ruas Jalan Jalinmbar Lampung

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah di Lampung, menyebabkan sejumlah ruas Jalan Lintas Barat (Jalinbar) rawan longsor. Salah satunya di kawasan jalan Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Tanggamus, yang saat ini sedang dalam tahap perbaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat.

Salah satu pekerja dari Kementerian PUPR satuan kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN), , Sohardi, menyebut alat berat tengah dikerahkan untuk memperbaiki tanah yang mengalami longsor di Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Tanggamus. Menurutnya, longsor tersebut disebabkan oleh hujan sepekan silam yang berimbas bahu jalan ambrol. Beruntung, badan jalan aspal tidak terseret longsor. Sementara itu, pekerjaan perbaikan ruas jalan yang longsor telah dilakukan pada tahap perkerasan.

Lebih jauh Sohardi menjelaskan, longsor di ruas Jalinbar Lampung berada pada kawasan hutan lindung dan sebagian dekat permukiman warga. Curah hujan tinggi, kondisi lingkungan tanah merah yang labil menjadi penyebab utama longsor.

Petugas dari Kementerian Pekerjaan Umum dan PR mengecek proses perbaikan jalan longsor di Pekon Sedayu, Semaka, Tanggamus, Lampung, Rabu (13/10/2021). -Foto: Henk Widi

Antispasi longsor susulan, sejumlah titik pada ruas Jalinbar dibuat talud untuk drainase air. Sebab, air yang mengalir ke jalan membawa material lumpur berimbas kendaraan sulit melintas.

“Sejumlah titik telah dibuat talud penahan longsor, perbaikan pada titik yang longsor dilakukan dengan pemadatan tanah, membuat talud penahan dari besi baja selanjutnya diperkeras memakai material beton sehingga lebih kuat, menjaga pepohonan agar menyerap air juga jadi kunci menghindari longsor,” terang Sohardi, saat ditemui Cendana News, Rabu (13/10/2021).

Sohardi bilang, pada ruas Jalinbar dua titik sedang dalam tahap perbaikan. Sementara sejumlah titik lain rawan longsor, diantisipasi dengan penguatan talud, sebagian sedang dikerjakan. Pembuatan talud dan saluran air pada bahu jalan berfungsi menghindarkan material kerikil, batu dan lumpur terbawa air ke badan jalan kala penghujan. Sejumlah rambu lalu lintas dipasang, agar pengendara lebih waspada longsor.

Dewi, warga Pekon Sedayu, menyebut di kawasan tersebut rentan pohon tumbang dan tanah longsor. Saat penghujan, badan jalan bahkan kerap dipenuhi lumpur tanah merah yang licin. Tanah yang labil dan kerap bergerak saat hujan ada pada sejumlah titik, sehingga warga memilih membuat talud pada area permukiman. Mempertahankan sejumlah pohon penahan longsor juga menjadi cara warga meminimalisir longsor kala penghujan.

“Menanam pohon durian, aren hingga jenis pohon pala, kami lakukan agar bisa memperkuat tanah,”ulasnya.

Saat hujan, Dewi bilang lahan di perbukitan yang masuk jajaran Bukit Barisan Selatan itu kerap tergerus. Material longsor kerap masuk ke permukiman warga di bagian bawah bukit disertai banjir. Bencana alam tanah longsor disertai banjir menjadi momok bagi warga, sehingga memilih melakukan normalisasi sungai dan selokan. Menanam pohon berakar kuat, sebutnya jadi pilihan menahan longsor jangka panjang.

Kondisi akses jalan lintas barat yang longsor diakui Morifan, salah satu pengemudi truk ekspedisi. Faktor alam, sebutnya menjadi penyebab longsor, terutama kala penghujan. Saat melintas di Pekon Sedayu, ia harus menyingkirkan pohon tumbang. Pada sejumlah titik imbas air meluap ke badan jalan disertai lumpur, membahayakan ban kendaraan.

“Ada setidaknya lima titik longsor sebagian sudah diperbaiki oleh instansi terkait, namun sebagian berpotensi longsor susulan saat hujan lebat,”ulasnya.

Pengguna jalan lintas barat, sebut Morifan dominan berasal dari pengendara asal Lampung tujuan Bengkulu dan sebaliknya. Sebab, akses jalan di wilayah tersebut lebih cepat dibandingkan melintas melalui jalan Sumatra Selatan. Antisipasi risiko terimbas longsor, ia harus ekstra hati hati dan waspada. Titik lokasi yang menjadi perhatian berada di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan hingga perbatasan Bengkulu.

Lihat juga...