Indonesia Catatkan 2 Juta Vaksinasi Covid-19 per Hari

Editor: Makmun Hidayat

BANDUNG — Pelaksanaan vaksinasi di Indonesia diklaim berhasil. Berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Indonesia kini mampu menyuntikkan 2 juta dosis vaksin per hari kepada masyarakat.

“Hingga 29 Oktober pukul 12.00, total suntikan secara nasional mencapai 189,6 juta yang terdiri dari 117,6 juta dosis pertama (56,51 persen dari sasaran) dan 72 juta dosis kedua (34,6 persen dari sasaran),” ujar Ketua KPC-PEN sekaligus Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis yang diterima Cendana News, Jumat (29/10/2021).

Apabila laju vaksinasi meningkat secara konsisten dari 1,7 juta suntikan per hari di Oktober 2021 ke 2,1 juta suntikan per hari di Desember 2021, maka pemerintah optimis target vaksinasi pada akhir tahun akan terpenuhi.

“Pemerintah akan terus memastikan ketersediaan vaksin tetap aman, dan juga pelaksanaan vaksinasi di seluruh wilayah Indonesia tetap berjalan baik. Hingga Kamis lalu, Indonesia telah kedatangan lebih dari 300 juta dosis vaksin, baik dalam bentuk bahan baku atau bulk,” jelas Airlangga

Ia pun menegaskan, akan terus melakukan intensifikasi Program Vaksinasi Covid-19, dan meningkatkan capaian vaksinasi di daerah-daerah. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, stok vaksin secepatnya didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia, agar program vaksinasi berjalan lancar dan lebih cepat.

“Pemerintah Indonesia juga memberlakukan kebijakan mandatori vaksin bagi masyarakat Indonesia, yang ingin melakukan mobilitas atau perjalanan dalam upaya menekan penyebaran virus Covid-19,” tukas Airlangga.

Di dalam keterangan yang sama, Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menambahkan, bahwa realisasi PEN tahun 2021 sampai dengan tanggal 22 Oktober telah mencapai Rp433,91 triliun atau 58,3 persen dari pagu Rp744,77 triliun.

“Dalam realisasi program ini, terjadi perkembangan yang signifikan untuk klaster perlindungan sosial dan kesehatan,” ucapnya.

Pada klaster Kesehatan telah direalisasikan sebesar Rp116,82 triliun atau 54,3 persen dari pagu sebesar Rp214,96 triliun, pada klaster Perlindungan Sosial sebesar Rp125,10 triliun atau 67 persen dari pagu sebesar Rp186,64 triliun, pada klaster Program Prioritas sebesar Rp68,07 triliun atau 57,7 persen dari pagu sebesar Rp117,94 triliun, pada klaster Dukungan UMKM dan Korporasi sebesar Rp63,20 triliun atau 38,9 persen dari pagu sebesar Rp162,40 triliun, dan pada klaster Insentif Usaha sebesar Rp60,73 triliun atau 96,7 persen dari pagu sebesar Rp62,83 triliun.

“Untuk mengantisipasi perluasan dampak Covid-19 pada tahun 2022, pemerintah mencanangkan akan melanjutkan program PEN yang akan digunakan untuk melakukan peningkatan testing, tracing dan treatment, serta perluasan perlindungan masyarakat,” pungkas Susiwijono.

Lihat juga...