Ini Cara Ketua Kelompok Modal Kita Dusun Sengon Karang Mencegah Kredit Macet

Editor: Maha Deva

Ketua Kelompok Modal Kita dusun Sengon Karang, Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, Sedayu, Bantul, Giyat Nurani Wigati – foto Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA – Kredit macet adalah, persoalan yang selalu membayangi aktivitas dari aktivitas simpan pinjam di sebuah koperasi. Dibutuhkan sebuah strategi tepat, agar kredit macet tidak terjadi di tengah perjalanan sebuah koperasi.

Ketua Kelompok Modal Kita dusun Sengon Karang, Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, Sedayu, Bantul, Giyat Nurani Wigati, punya cara tersendiri untuk mendorong setiap anggota koperasi, tidak terjebak pada kredit macet. Salah satunya adalah dengan, rutin berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung dengan semua anggota, yang mayoritas berprofesi sebagai pedagang jamu keliling .

Ketua kelompok paguyuban produsen jamu tradisional Seruni Putih ini juga aktif melakukan pendekatan secara kekeluargaan kepada setiap anggota, yang mengalami kesulitan dalam membayar angsuran. Misalnya dengan memberikan tenggat waktu pembayaran angsuran, atau-pun menerima cicilan dengan jumlah berapapun yang mampu dibayarkan anggota pada saat itu.

“Walaupun selama pandemi ini omset penjualan jamu tradisional teman-teman menurun, namun syukur tidak ada satupun yang macet dalam membayar angsuran. Misal kalau ada yang sakit dan tidak bisa bekerja, kita beri tenggang waktu. Yang penting tidak lebih dari satu bulan,” ungkapnya.

Giyat mengaku merasa perlu melakukan pendekatan secara langsung, dengan mendatangi rumah-rumah setiap anggota atau nasabah koperasi, karena mayoritas dari mereka merupakan ibu-ibu rumah tangga atau janda yang tidak akrab dengan perangkat telepon seluler.  “Mayoritas pedagang jamu keliling anggota koperasi disini sudah berumur. Sehingga kurang akrab dengan HP. Karena itu harus kita datangi satu persatu. Selain itu dengan cara seperti ini, hubungan komunikasi dapat terjalin lebih baik, karena dilakukan secara kekeluargaan,” ungkapnya.

Giyat merupakan seorang penggerak usaha produsen jamu tradisional di Dusun Sengon Karang. Memanfaatkan program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML), yang dijalankan Yayasan Damandiri. Ia mendorong warga di dusunnya untuk memanfaatkan bantuan pinjam modal usaha Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo.

Lewat bantuan pinjaman modal usaha inilah, Giyat mampu mendorong sekitar 30 produsen jamu tradisional di Dusun Sengon Karang untuk mengembangkan usahanya. Rata-rata, setiap pedagang jamu keliling mendapatkan bantuan pinjaman modal usaha sebesar Rp1 juta sampai Rp3juta, dengan jangka waktu pembayaran angsuran selama 1 tahun.  “Paling tidak, dengan adanya bantuan pinjaman modal usaha dari Yayasan Damandiri ini, warga khususnya produsen jamu tradisional di sini tidak lagi terjebak pada lintah darat atau rentinir yang sangat merugikan mereka,” pungkasnya.

Lihat juga...