Jelang Maulid Nabi, Pedagang Buah Potensi Untung Banyak

Editor: Makmun Hidayat

SITUBONDO — Menjelang hari Maulid Nabi Muhammad saw, menjadi peluang besar bagi pedagang buah-buahan. Adanya kebutuhan yang meningkat, pembelian  buah-buahan berpotensi bakal terus mengalami peningkatan pula.

Salah satunya penjual buah, Muhammad, mengaku hasil penjualan buah-buahannya meningkat. Warga Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Situbondo, itu mengatakan menjelang hari Maulid Nabi, penjualan buah miliknya terus mengalami peningkatan. Sehingga ia terus melakukan persediaan buah hingga sampai pada puncak hari Maulid Nabi.

“Sejak awal bulan ini, pembeli yang datang cukup meningkat. Bisa jadi warga sudah banyak melaksanakan Maulidaan lebih dahulu,” ujar Muhammad kepada Cendana News, di wilayah Kelurahan Patokan, Kecamatan/Kabupaten Situbondo, Selasa (5/10/2021).

Untuk memenuhi kebutuhan buah, Muhammad terus melakukan usaha persediaan barang yang cukup. Hal itu dilakukan, agar pelanggan tetap yang datang ke tempat dirinya berjualan tidak kecewa. Tak jarang, ia melakukan persediaan buah hingga mencari ke luar kota.

“Sebagian buah yang saya jual dari wilayah Kabupaten Situbondo, seperti melon, mangga. Sedangkan kebutuhan persediaan buah yang lain, saya pasok dari luar kota,” ucapnya.

Muhammad menambahkan, untuk pasokan buah yang dibutuhkan, dirinya banyak melakukan pesanan keluar kota. Seperti buah semangka yang ambil dari Jember, buah nanas ia pasok dari Tulungagung, buah manggis dan buah naga dipasok dari Banyuwangi, sedangkan buah rambutan dirinya dipasok dari Bondowoso.

“Kalau buah yang sudah mulai naik harganya itu rambutan. Rambutan binjai 1 kilogram harganya Rp15.000, sedangkan rambutan ace harganya Rp13.000 per kilogram. Untuk buah mangga sendiri, harganya Rp8.000 sampai Rp10.000 per kilogramnya,” ungkapnya.

Untuk harga yang biasa dibanderol kepada pembeli, Muhammad mengaku masih memberikan harga normal. Karena ketersediaan buah yang dibutuhkan cukup aman untuk kebutuhan para pembeli.

“Buah yang biasa saya jual masih belum ada kenaikan harga. Karena buahnya masih banyak tersedia. Namun, kalau nanti memasuki puncak hari Maulid Nabi, harga buah yang saya jual bisa naik kalau buah yang tersedia sudah berkurang,” tuturnya.

Lebih lanjut Muhammad mengatakan, di tengah pandemi Covif-19, dirinya tidak melakukan penambahan harga jual buah, selama ketersediaan buah yang ada masih mencukupi dengan baik. Ia lebih memilih untuk menetapkan harga normal, walaupun untung yang didapatkan tidak banyak.

“Dalam satu kilogram buah yang dijual, saya hanya ambil untung Rp1.000 sampai Rp2.000. Itu saya menyesuaikan dengan buah yang saya dapatkan. Misalnya buah yang saya ambil di luar kota itu saya ambil untung Rp2.000, kalau yang berasal dari Situbondo sendiri, saya ambil untungnya Rp1.000,” jelasnya.

Secara terpisah, Fatoni, warga Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji mengatakan, penjualan buah miliknya sampai saat ini lebih banyak buah rambutan dan salak. Beberapa pembeli lain yang mencari buah semangka, nanas dan buah naga masih biasa-biasa saja yang laku terjual.

“Karena kebutuhan buah yang dibeli sekarang cukup meningkat, sehari saya bisa untung Rp500.000. Pernah juga bisa mencapai Rp1.000.000, kalau pas lagi ramai,” ucapnya.

Lihat juga...