Jembatan Beton Jadi Ikon Wisata Kampung Nelayan di Pulau Pasaran

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Pulau Pasaran menjadi salah satu pulau di Kota Bandar Lampung yang terhubung dengan jembatan. Pulau yang dikenal sebagai penghasil ikan kering dan kampung nelayan ini pun  mulai bersolek menjadi destinasi wisata. Katalog destinasi wisata lengkap dengan spot potensi wisata dan peta, bahkan sudah terpasang di pusat informasi saat masuk pulau tersebut. 

Namun, sayangnya jembatan penghubung terbuat dari beton sepanjang 100 meter itu sebagian amblas, bolong dan pagar rusak. Meski demikian, antusiasme warga untuk berkunjung ke pulau tersebut cukup tinggi.

Sumardiono, warga Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, mengaku mendapat peluang sebagai penyedia jasa untuk menyeberang ke pulau.

Menurutnya, sejumlah spot menarik yang bisa dikunjungi lengkap tersedia pada katalog. Spot menarik berbasis wisata bahari meliputi budi daya kerang hijau, budi daya teripang, spot foto hingga pemancingan.

Fasilitas homestay juga disiapkan bagi pengunjung yang akan menginap. Meski berada dekat kota Bandar Lampung, namun suasana pulau cukup jauh dari kebisingan.

Sumardiono, penyedia jasa becak motor kerap mengantarkan pengunjung yang akan menikmati wisata di pulau Pasaran, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, Minggu (17/10/2021). -Foto: Henk Widi

“Suasana yang tepat untuk berkunjung bisa siang atau malam, karena bisa melihat lampu kota dari sejumlah bangunan pencakar langit di kota Bandar Lampung, sekaligus menikmati suasana matahari terbit serta matahari terbenam dari atas jembatan,” terang Sumardiono, saat ditemui Cendana News, Minggu (17/10/2021).

Sumardiono bilang, pengunjung juga bisa melihat dari dekat produksi ikan teri sebagai usaha utama warga. Beberapa warga membuat keripik teri hingga kerajinan rajut dari bekas tambang kapal untuk oleh-oleh.

Bagi pecinta fotografi, kegiatan warga nelayan melakukan perbaikan perahu kayu, bagan apung hingga bangkai kapal bisa menjadi spot foto. Meski hanya bisa dilintasi dengan motor roda tiga atau berjalan kaki,, suasana pulau cukup nyaman.

Herawati, remaja asal Tanjung Karang, menyebut penasaran dengan jembatan dan pulau Pasaran. Memakai kendaraan motor, ia bisa menikmati suasana sejuk rerimbunan mangrove api api.

Mengunjungi pulau dengan jembatan sepanjang seratus meter tersebut, ia menyebut hendak membuat konten media sosial berbasis video dan foto. Waktu tepat berkunjung, sebutnya pada sore hari.

“Pertama diajak kawan sekaligus mengobati penasaran, karena ternyata ada pulau yang terhubung dengan jembatan di kota Bandar Lampung,” ulasnya.

Herawati mengaku harus ekstra hati hati saat melintas di jembatan. Sebab, selain ukuran lebar jembatan hanya dua meter, ia kerap harus berpapasan dengan kendaraan lain. Beberapa titik jembatan yang berlubang ditutupi dengan plat besi, dan pagar jembatan sebagian rusak. Spot jembatan menjadi lokasi yang menarik untuk melihat suasana pulau dan melihat dari dekat aktivitas nelayan.

Herawati menyebut, saat masuk di pulau Pasaran ia juga tetap bisa menikmati kuliner tradisional. Sejumlah pedagang bakso, mi ayam bisa ditemui, sehingga ia bisa menikmati kuliner tersebut sembari duduk di tepi pantai.

“Spot foto menarik bisa menjadi latar belakang berupa perahu, bagan apung hingga lokasi pengeringan ikan teri. Meski berada dekat kota, namun suasana tetap sepi,” katanya.

Keramahan warga pulau, sebut Herawati membuat ia nyaman berlama-lama di pulau tersebut. Saat akan pulang ke rumah, ia juga bisa membeli ikan segar, ikan teri dan kepiting hasil tangkapan nelayan.

Nelayan penangkap kepiting menawarkan hasil buruan di sekitar hutan mangrove untuk warga yang melintas. Tepi sungai yang diberi fasilitas jalan lebar, sekaligus menjadi tempat bersantai.

“Saat sore bisa melihat perahu nelayan berangkat melaut menyusuri sungai Way Balau, bisa jadi konten video unik,” ujarnya.

Akses menuju pulau Pasaran menyusuri jalan beton tepi sungai Way Balau, juga menjadi tempat rekreasi memancing. Hendrawan, salah satu warga, memanfaatkan waktu dengan memancing ikan memakai umpan udang. Rekreasi memancing di tepi sungai Way Balau juga makin lengkap dengan berpindah ke lokasi jembatan. Rekreasi memancing membuat ia bisa mendapatkan ikan kerapu sekaligus melepas penat.

Lihat juga...