Jumlah Pengungsi WNA di NTT Capai 215 Orang

Kepala Kanwil Kemenkumham NTT Marciana D Jone saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Kupang.Ant

KUPANG – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur, mencatat hingga akhir Oktober 2021 jumlah pengungsi warga negara asing (WNA) yang berada di Kota Kupang mencapai 215 orang.

“Hingga saat ini jumlah pengungsi yang ada di Kota Kupang dan dipantau oleh kami mencapai 215 orang, dan jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu,” kata Kepala Kanwil Kemenkumham NTT, Marciana D Jone, kepada wartawan di Kupang, Senin (25/10/2021).

Hal ini disampaikannya saat melaporkan program kerja serta upaya Kemenkumham NTT dalam memberikan pelayanan selama 2021, dalam kegiatan Pameran Layanan Publik di halaman Kanwil Kemenkumham NTT.

Marciana mengatakan, dari 215 orang tersebut, terbanyak adalah pengungsi berkewarganegaraan Afganistan yang sempat terdampar di Rote Ndao pada 2015, dan beberapa lagi pada 2016.

“Jadi ada dua negara yang pengungsinya ada di Kota Kupang ini, pertama Afganistan dan Pakistan,” tambah dia.

Untuk pengungsi Afganistan, jumlahnya mencapai 212 orang, sementara tiga orang lagi adalah pengungsi dari Pakistan.

Lebih lanjut kata dia, jika dibandingkan pada 2020 jumlah pengungsi yang ada di Kota Kupang dan dipantau oleh Kemenkumham NTT mencapai 222 orang.

“Angka ini turun karena selama 2020 hingga 2021 itu telah terjadi pemindahan pengungsi dari Rudenim Kupang ke Rudenim lainnya di Indonesia, karena alasan sakit,” tambah dia.

“Di samping itu, ada juga pengungsi yang meminta untuk kembali ke negara asalnya, karena memang tidak tahu pasti akan dipindahkan ke negara ke tiga,” ujar dia.

Lebih lanjut, kata dia di setiap Kabupaten Kemenkumham NTT memiliki tim pengawasan orang asing yang bertugas mengawasi orang asing.

Lihat juga...