Kabupaten Limapuluh Kota Kembali Menggelar Pacu Tabang Itiak

Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, bersama Ketua Raindbond Persatuan Olahraga Terbang Itik (Porti). YB Dt. Parmato Alam, dan Ketua Porti Kabupaten Limapuluh Kota, Sastri Andiko Dt. Putiah, saat membuka secara resmi pelaksanaan Pacu Terbang Itiak, Sabtu (2/10/2021) - Foto Ant

PADANG – Setelah sempat terhenti selama dua tahun karena pandemi COVID-19, gelaran pacu tabang itiak (terbang itik) yang telah menjadi warisan budaya tak benda di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, kembali digelar.

Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo mengatakan, pacu tabang itiak merupakan aset yang harus tetap dilestarikan dan dikembangkan. “Tahun depan Insyaallah akan kita jadikan ini sebagai kegiatan nasional, tentu kita akan menganggarkan ini di Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga,” ujar Bupati saat membuka langsung kegiatan Pacu terbang itiak di Galanggang Padang Laweh, Jorong Tanjuang Aro Selatan, Nagari Tanjuang Aro Sikabu-kabu Padang Panjang, Sabtu (2/10/2021).

Bupati Safarudin mengatakan, ke depannya pelaksanaan pacu tabang itiak harus memiliki agenda yang jelas, sehingga dapat membantu meningkatkan kunjungan wisata. “Jadi akan kita buat agenda, apakah satu atau dua kali setahun. Tapi ini harus jelas waktunya, sehingga nanti ada dampak langsung kepada jumlah kedatantan wisatawan,” katanya.

Ketua Raindbond Persatuan Olahraga Terbang Itik (Porti), YB Dt. Parmato Alam mengatakan, pelaksanaan pacu tabang itiak kali perdana ini, dilaksanakan kembali setelah dua tahun dihentikan, karena pandemi COVID-19. “Jadi dalam dua tahun ini agenda Porti harus diundur, karena pandemi COVID-19, namun karena pandemi saat ini sudah melandai kita sudah bisa melaksanakannya kembali,” ujarnya didampingi Dewan Pembina Porti, Edward DF, dan Ketua Panitia pacu itiak sekaligus Wali Nagari setempat, Nofrizal.

Meski begitu, pelaksanaan pacu tabang itiak disebutnya, harus tetap menjaga protokol kesehatan (prokes), sehingga tidak menjadi klaster penyebaran COVID-19. Sebagai permainan anak nagari, pacu tabang itiak telah diakui secara nasional menjadi warisan budaya tak benda. “Pacu itiak ini satu-satunya ada di Luak Limopuluah (Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota), tidak ada lagi di tempat lain. Sehingga memang harus tetap kita lestarikan dan kita laksanakan,” tandasnya.

Pacu tabang itiak telah didaftarkan menjadi agenda resmi pariwisata di Luak Limopuluah. Yakni di Kabupaten Limapuluh Kota maupun Kota Payakumbuh. “Kegiatan ini diharapkan nantinya dapat membuat wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Tentu ini harus mendapatkan dukungan dari kepala daerah di Payakumbuh dan Limapuluh Kota,” ujarnya.

Ketua Porti Kabupaten Limapuluh Kota, Sastri Andiko Dt. Putiah mengatakan, kegiatan tersebut menjadi pengikat budaya antara anak nagari di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. “Tentunya ini harus mendapatkan dukungan dari kepala daerah, kalau saya anak nagari Kabupaten Limapuluh Kota, tentu saya meminta dari Bupati untuk memberikan apresiasi dan penguatan melalui dinas terkait,” tandasnya.

Menurutnya, agenda kegiatan tersebut juga dapat menjadi salah satu cara, untuk meningkatkan perekonomian yang turun karena pandemi COVID-19. “Dengan adanya kegiatan ini tentu kunjungan ke galanggang ini meningkat dan tentunya akan berdampak langsung kepada masyarakat sekitar secara ekonomi,” ujar pria, yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota tersebut.

Saat ini, di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, terdapat enam gelanggang tempat pelaksanaan pacu tabang itiak. (Ant)

Lihat juga...