Kampung Wisata Tempe Sanan Gelar Festival Kuliner Virtual

Editor: Koko Triarko

MALANG – Meski sempat lesu akibat terdampak pandemi Covid-19, kampung tematik Kampung Wisata Tempe Sanan kini mulai bergeliat kembali. Hal ini ditandai dengan diselenggarakannya Festival Kuliner Tempe Sanan secara virtual. 

Selama ini, kampung Sanan dikenal sebagai sentra industri tempe di kota Malang. Karena itu, dalam festival tersebut dipamerkan aneka olahan berbahan tempe. Tak ketinggalan, tarian selamat datang ‘Oglek Tempe’ khas kampung Sanan, juga turut ditampilkan.

Dijelaskan Ketua RW 15 Kampung Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kota Malang, Ifan Kuncoro, festival ini sebenarnya merupakan agenda tahunan dari Kampung Sanan. Hanya saja karena saat ini masih dalam kondisi pandemi, Festival Kuliner Tempe Sanan tetap digelar, tapi secara virtual.

“Jadi yang datang langsung ke lokasi terbatas, hanya tamu undangan saja. Sedangkan masyarakat umum bisa menyaksikannya melalui chanel YouTube,” jelasnya di sela acara festival, Minggu (17/10/2021).

Menurutnya, meskipun secara virtual, festival ini penting untuk diadakan. Pasalnya, dengan kegiatan ini diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk datang ke Kampung Dana.

“Agar tidak terjadi kerumunan,  600 perajin tempe yang ada di Kampung Sanan hanya sebagian kecil saja yang terlibat dalam kegiatan festival,” ucapnya.

Menurut Ifan, dibandingkan awal-awal masa pandemi, perekonomian di Kampung Sanan sempat turun sampai 60 persen. Tapi, sekarang sudah naik lagi menjadi 70 persen.

“Saat ini roda perekonomian di kampung Sanan sudah kembali berputar. Kami berharap, ke depan para warga mampu menghadapi pandemi ini dan tetap bisa bertahan serta tetap eksis,” urainya.

Ketua RW 15 Kampung Sanan, Ifan Kuncoro, menjelaskan terkait pelaksanaan festival kuliner tempe, di lapangan kapal, Minggu (17/10/2021). -Foto: Agus Nurchaliq

Senada, Ketua PKK sekali pengurus Pokdarwis kampung Sanan, Dra. Trinil Sriwahyuni, menilai gelaran festival tersebut lebih kepada untuk mempromosikan kampung Sanan. Terlebih, selama masa pandemi ini memang Kampung Sanan mengalami penurunan yang sangat drastis. Baik penurunan ekonomi pengolahan,  ataupun pembuatan tempe atau keripik tempe.

Beruntung, selama masa pandemi warga Sanan tidak mau hanya tinggal diam saja, mereka tetap terus berinovasi. Bahkan, mereka membuat aneka jenis makanan kekinian dari bahan limbah kedelai.

“Di kampung Sanan, limbah air rebusan kedelai bisa dibuat nata de soya. Kemudian kulit kedelai kita inovasikan dengan membuat olahan kekinian seperti brownis, kukis, puding silky dan macarone,” sebutnya.

Berikutnya ada tepung tempe yang diolah menjadi aneka olahan steak. Terbaru adalah pemanfaatan ampas kedelai yang dapat diolah menjadi krupuk atau krupuk kulit kedelai.

“Dalam festival ini kita kenalkan kepada masyarakat, bahwa di Kampung Sanan produk unggulannya bukan hanya kripik tempe atau tempe saja, tetapi juga ada olahan turunan dari tempe yang siap untuk meramaikan oleh-oleh khas kampung Sanan,” pungkasnya.

Lihat juga...