Kegiatan Edukatif, Cara Isi Waktu Luang Anak-Anak di Luar PTM

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di kota Bandar Lampung, Lampung Selatan sebagian dilakukan terjadwal. Kegiatan PTM digelar dengan menerapkan protokol kesehatan, waktu terjadwal untuk sejumlah kelas.

Isi waktu luang sebagian siswa memilih bermain, melakukan kegiatan edukatif dan berinteraksi sosial dengan rekan sebaya. Susianti, salah satu siswa salah satu SMP di Way Tetaan, Teluk Betung Timur, Bandar Lampung menyebut bermain di tepi pantai.

Ia menyebut bermain di tepi pantai kerap dimanfaatkan olehnya bersama rekan sebaya untuk mengerjakan tugas sekolah. Memanfaatkan perahu yang sandar, ia bersama teman sebaya bisa mengerjakan tugas dari guru bidang studi.

Selama kegiatan PTM diberlakukan, Susianti menyebut kombinasi pembelajaran dilakukan. Setiap pekan ia mengaku sekolah memberlakukan sistem PTM terjadwal. Sepekan siswa mendapat jadwal belajar di sekolah pada Senin hingga Rabu, sebagian Kamis hingga Sabtu. Meski tidak berangkat ke sekolah, setiap pagi ia harus melakukan absensi dan mengumpulkan tugas sekolah.

“Absensi tetap dilakukan meski belajar dari rumah, selanjutnya tetap mendapatkan materi dan tugas sesuai jadwal bidang studi setiap hari selama pembelajaran dalam jaringan, saat belajar dari rumah kami kerap melakukan belajar kelompok memanfaatkan tepi pantai di bawah pohon atau di atas perahu yang bersandar,” terang Susianti saat ditemui Cendana News, Kamis (14/10/2021).

Mengisi waktu luang dengan kegiatan edukatif sebut Susianti dilakukan dengan santai. Meski tanpa harus belajar di kelas, ia bisa tetap mengerjakan tugas bersama rekan rekannya. Sejumlah materi pelajaran sebutnya dikirim oleh guru bidang studi dengan format words memakai aplikasi WhatsApp. Tugas sebutnya bisa dikerjakan memanfaatkan lembar kerja siswa lalu disalin dalam kertas folio.

Pengumpulan tugas sebut Susianti dilakukan saat masuk kelas. Sejumlah siswa sebutnya mulai mendapat vaksin Covid-19 sejak awal September silam. Meski demikian ia juga menyebut pembelajaran tatap muka tetap menggunakan persetujuan orangtua. Dilakukan secara terjadwal sistem PTM dan daring sebutnya tetap memberi tanggung jawab untuk mengerjakan tugas.

“Orangtua juga memberi fasilitas gawai dan kuota internet memadai dengan pembatasan hanya untuk kegiatan belajar,” ulasnya.

Qiandra Ataya (kanan) salah satu siswa TK di Kedaton, Bandar Lampung bermain di rumah selama sekolah dilakukan terjadwal dan dalam jaringan, Kamis (14/10/2021). -Foto Henk Widi

Bersekolah setiap hari Selas dan Jumat juga dilakukan oleh Qiandra Ataya. Salah satu siswa sebuah Taman Kanak Kanak (TK) di Kedaton, Bandar Lampung itu memilih waktu bermain di rumah. Setiap hari ketika kegiatan belajar daring dilakukan ia melakukan absensi. Kegiatan absensi dilakukan bersama pengumpulan tugas menulis, mewarnai, menebalkan huruf pada lembar tugas.

Nengsih sang ibu menyebut waktu belajar yang fleksibel melatih anak bertanggung jawab. Setiap pagi meski PTM tidak dilakukan, sang anak wajib memakai seragam sekolah. Sejumlah tugas diberikan tenaga pendidik melalyui grup WhatsApp. Setelah tugas dikerjakan pada buku, kegiatan harus difoto bersama tugas yang selesai dikerjakan.

“Saat sekolah tatap muka buku akan dinilai sesuai tugas yang dikerjakan sehingga anak tetap disiplin,” ulasnya.

Usai mengerjakan tugas sekolah, Nengsih sebutnya tetap memberi kesempatan anak bermain. Sejumlah permainan sebutnya melatih kreatifitas, rasa ingin tahu. Sejumlah permainan sebutnya bisa menjadi sarana edukasi. Cara yang digunakan dengan menuliskan jenis permainan pada buku. Sejumlah permainan tradisional sebutnya mengurangi sang anak untuk bermain gawai sekaligus menjaga kesehatan mata.

Kegiatan edukatif isi waktu luang saat tidak ada PTM melahirkan kreativitas bagi sejumlah orangtua. Kegiatan yang dilakukan dengan memberi kesempatan anak bermain setelah mengerjakan tugas sekolah. Beberapa orangtua memberi tanggung jawab dengan memakai kuota internet hanya untuk tugas sekolah. Mengajak bermain di taman Gajah, Tanjung Karang jadi salah satu alternatif.

Hermanto, salah satu penyedia permainan edukatif mewarnai totebag mengaku sebagian orangtua lebih kreatif. Saat waktu luang setiap sore ia menyediakan permainan mewarnai kertas, kain totebag bagi anak anak. Melalui sejumlah permainan edukatif, anak anak bisa belajar untuk berkreasi sesuai imajinasi. Waktu luang yang diisi dengan kegiatan positif melatih anak tetap semangat belajar.

Lihat juga...