Kejari Dumai Dapatkan Berkas dan Barang Bukti Penyelundupan Hewan

Petugas mengangkat sangkar berisi burung kakaktua putih (Cacatua alba) dan barang bukti lainnya yang akan diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Dumai, Dumai, Riau, Kamis (14/10/2021)  - Foto Ant
PEKANBARU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Dumai, Riau, telah menerima barang bukti hewan sitaan dalam kasus penyelundupan hewan, dari Satpolair Polres Dumai, Kamis (14/10/2021).
“Saat penyerahan barang bukti tersebut, kami juga menerima berkas dua tersangka penyelundupan hewan ilegal, AAl dan SD. Selanjutnya kasus ini segera kami limpahkan ke Pengadilan Negeri Dumai, untuk segera disidangkan,” kata Kasi Pidum Kejari Dumai, Iwan Roy Charles SH, Kamis (14/10/2021).

Penyerahan barang bukti hewan sitaan kasus penyeludupan hewan tersebut dilakukan penyidik Satpolair Polres Dumai didampingi BKSDA Riau. Satwa yang diserahkan, burung asli Thailand, seperti burung wambi (Garrulax canorus) dan enam ekor hewan meerkat (Suricata suricatta) asli Afrika. Semuanya sudah dalam kondisi mati, saat dalam perawatan BKSDA Riau. “Hewan yang mati tersebut diduga karena faktor cuaca, apalagi hewan-hewan ini bukan asli hewan Indonesia,” jelasnya.

Sedangkan seorang penyelundup lain, dalam kasus tersebut saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Sementara untuk dua yang saat ini sudah berhasil ditahan, akan segera disidangkan. Sejumlah hewan langka dan dilindungi seperti 10 ekor burung kakaktua, 152 ekor burung wambi (Garrulax canorus), 6 ekor hewan meerkat (Suricata suricatta), 99 ekor ayam pheasant (Chrysolophus pictus), dan 4 ekor ayam bangkok (Gallus gallus) yang disita dari penyelundup dengan modus kejahatan melakukan barter hewan tersebut lewat pasar gelap di Malaysia, Singapura, dan Thailand. (Ant)
Lihat juga...