Kentang Mustofa Ce Ipah, Biasa Jadi Bekal Jemaah Calhaj

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Kentang Mustofa olahan Ce Ipah warga Desa Setiaasih, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat sudah biasa menjadi bekal  jemaah calon haji  (Calhaj) Indonesia selama menunaikan ibadah ke Tanah Suci, Makkah.

Kentang Mustofa merupakan salah satu olahan kentang goreng kering krispi dipadu aneka bumbu seperti sambal balado lebih terkenal menjadi camilan favorite di Jawa Barat. Syarifah akrab di sapa Ce Ipah memproduksi kentang Mustofa dan bawang goreng garem.

“Saya biasanya panen pesanan saat musim haji, tapi sudah dua tahun ini haji di tiadakan jadi produksi kentang Mustofa dan bawang goreng berhenti. Baru sekarang baru mulai lagi,” ungkap Ce Ipah, kepada Cendana News, Selasa (5/10/2021).

Ringkas atau simpel Kentang Mustofa bisa dibuat jadi camilan dan lauk makan karena bisa tahan hingga tiga bulanan. Jika musim haji, bisanya satu jemaah bisa pesan hingga 5 toples untuk bekal selama ibadah di Makkah. Selama ini Ce Ipah hanya membuat produk secara mandiri di rumah kemudian dititipkan di beberapa warung.

Syarifah, pembuat kentang Mustofa dan bawang goreng garem, mulai melakukan produksi setelah vakum akibat pandemi Covid-19, Selasa (5/10/2021). -Foto: M. Amin

Ce Ipah mengaku, kembali bangkit setelah diajak bergabung dengan koperasi FKMPB, setelah mendapat arahan agar kembali memproduksi dengan label baru dan sekarang mulai mencoba kembali memproduksi kentang Mustofa dan bawang goreng garem.

Harapannya melalui koperasi FKMPB bisa membantu dalam pemasaran dan mengenalkan produk kentang Mustofa yang diproduksinya secara mandiri di rumah. Sehingga tidak tergantung pada musim haji lagi, melalui koperasi FKMPB nanti akan di bantu pemasaran dan lainnya.

Menurutnya selain kentang Mustofa ia juga membuat bawang goreng garem. Keduanya biasa dipesan khusus oleh jemaah haji Indonesia untuk ke tanah suci, selain haji kerap dipesan oleh jemaah yang berangkat umroh.

“Kentang goreng Mustufa ini, sebenarnya camilan biasa, tapi memang bisa di makan dengan nasi karena rasa pedas dan paduan bumbu lainnya. Begitupun bawang goreng garem, jadi makanan favorit khas Betawi tempo dulu,”ungkapnya.

Ia mengaku menjual dengan sistem toples untuk harga kentang Mustofa satu toples Rp35 ribu. Untuk bahan baku dua kilo kentang, hanya jadi satu toples. Sedangkan untuk bawang goreng garem Ce Ipah biasa menjaul Rp25 ribu.

“Saat musim haji saya biasa mendapat pesanan hingga Rp4 jutaan untuk kentang Mustofa saja, belum bawang goreng garemnya. Tapi dua tahun ini, tidak ada pesanan sama sekali membuat saya berhenti,” ujarnya berharap keberangkatan haji Indonesia bisa kembali dibuka.

Ketua Koperasi FKMPB Edi Sulistyo mengakui mulai melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam wadah FKMPB. Nanti akan di koordinasikan dengan Dinas UMKM dan Koperasi Kabupaten Bekasi.

“Saat ini kami terus melakukan pendataan kepada para pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi. Untuk sementara di tiga wilayah dulu seperti Tambun Selatan, Tarumajaya dan Tambun Utara. Koperasi akan memfasilitasi dan memberi support agar pelaku UMKM bisa naik kelas,” ujar Edi.

Lihat juga...