KIP Merdeka Belajar Buka Peluang bagi Peserta Didik Kurang Mampu

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Pengembangan program Indonesia Pintar ke jenjang pendidikan tinggi dipercaya mampu membuka peluang yang lebih besar pada para generasi muda Indonesia untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi dan menorehkan prestasi.

Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan, Kemendikbudristek, Abdul Kahar menjelaskan alasan peluncuran KIP Merdeka Belajar adalah karena ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat kita, terutama dari kalangan kurang mampu, sehingga dapat menikmati pendidikan tinggi.

“Program Indonesia Pintar sendiri sudah diberlakukan sejak tahun 2014, di mana program ini memberikan akses pada peserta didik SD hingga SMA. Setelah enam tahun berlaku, maka program ini dilanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Karena kami percaya, banyak generasi muda Indonesia adalah para peserta didik yang berprestasi. Hanya terhambat oleh masalah ekonomi saja,” kata Abdul Kahar dalam silaturahmi online Kemendikbudristek, Kamis (21/10/2021).

Prioritas penerima KIP Merdeka Belajar ini, lanjutnya, adalah para penerima KIP di jenjang SD hingga SMA atau sederajat.

“Program ini merupakan kelanjutan dari jenjang pendidikan menengah ke jenjang pendidikan tinggi. Sehingga memang yang diutamakan adalah yang di jenjang sebelumnya menjadi bagian dari program ini,” urainya.

Untuk yang tidak mengikuti di program KIP di jenjang pendidikan menengah, tidak berarti peserta didik tidak dapat mengikuti program ini.

“Program ini juga berlaku bagi peserta didik yang keluarganya merupakan penerima PKH Pemerintah. Jika tidak ada juga syarat keduanya, peserta didik juga dapat mengikuti program ini jika masuk dalam data DTKS level 4 ke bawah Kemensos,” urainya lebih lanjut.

Dalam KIP Merdeka Belajar ini, para peserta didik akan lebih leluasa dalam melanjutkan pendidikan pada perguruan tinggi yang dipilihnya tanpa harus merasa khawatir terkait pembiayaan.

“Sering kali para peserta didik yang memiliki potensi memilih untuk kuliah di tempat terdekat dari rumahnya hanya karena takut membebani orang tua mereka. Padahal mereka memiliki kualifikasi untuk memasuki perguruan tinggi yang sebenarnya mereka inginkan tapi berjarak jauh dari rumah mereka,” kata Abdul Kahar selanjutnya.

Tangkapan layar Ketua Badan Pengurus Persatuan Mahasiswa dan Alumni Nasional Bidikmisi KIP Kuliah Nasional, Rizal Maula dalam silaturahmi online Kemendikbud Ristek, Kamis (21/10/2021). -Ranny Supusepa

Salah seorang penerima KIP Merdeka Belajar, yang saat ini menjadi Ketua Badan Pengurus Persatuan Mahasiswa dan Alumni Nasional Bidikmisi KIP Kuliah Nasional, Rizal Maula mengakui bahwa program ini memang sangat membantu keberadaan para mahasiswa yang secara ekonomi tidak berkecukupan.

“Awalnya dulu, Rp600 ribu untuk biaya hidup. Tapi sekarang jumlahnya menyesuaikan dengan peningkatan nilai biaya hidup. Biaya hidup ini memang memberatkan bagi para mahasiswa yang keluarganya masuk dalam kelompok berpenghasilan Rp4 juta ke bawah. Sehingga dengan dibantu untuk biaya hidup, tentunya membuat kami lebih tenang dalam menjalankan pendidikan,” kata Rizal dalam kesempatan yang sama.

Ia menceritakan selama bulan Desember hingga April, biasanya akan dilakukan sosialisasi terkait program KIP Merdeka Belajar ini. Terutama melalui sosial media.

“Untuk program jangka panjang, diharapkan para penerima KIP Merdeka Belajar ini dapat menjadi mentor bagi adik-adik yang masih di jenjang pendidikan menengah. Karena kalau hanya mengandalkan dari forum maupun pemerintah pusat tentunya tak akan cukup menjangkau ke seluruh pelosok negeri ini,” urainya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan para penerima KIP Merdeka Belajar juga akan menceritakan pengalaman mereka sebagai bentuk motivasi dan membuka perspektif para calon penerima program untuk siap mengambil program ini.

“Banyak para penerima program KIP Merdeka Belajar ini yang sudah masuk dalam tatanan pendidikan lanjutan atau master dan ada juga yang sudah masuk dalam dunia kerja. Dan mereka ini bisa menjadi inspirasi bagi para calon penerima program KIP Merdeka Belajar ini,” pungkasnya.

Lihat juga...