Kolaborasi Program MBKM ITB-UNPAD Dorong Kompetensi Mahasiswa

Editor: Makmun Hidayat

BANDUNG — Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) antara ITB dan UNPAD yang dicanangkan Agustus lalu, diharapkan mampu membantu para mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi keilmuan maupun skill serta membuka lebih banyak jaringan. Tercatat ada delapan kegiatan yang dapat diikuti oleh para mahasiswa dari dua kampus terkenal di Bandung itu.

Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof. Dr. Ir. Jaka Sembiring, MEng, menjelaskan MBKM tahun 2021 yang dicanangkan antara UNPAD dan ITB memiliki 8 kegiatan besar.

“Pertukaran pelajar, magang atau praktik kerja, mengajar di sekolah, wirausaha, proyek independen, KKM Tematik, Proyek Kemanusiaan dan riset,” kata Jaka dalam acara yang digelar oleh ITB, Kamis (7/10/2021).

Hingga saat ini, ia menyatakan sudah ada 151 mahasiswa untuk pertukaran pelajar, 299 mahasiswa untuk proyek independen, 10 mahasiswa untuk proyek kemanusiaan, 384 mahasiswa untuk membangun desa dalam program KKM Tematik, program mengajar 1 orang, wirausaha ada 4 mahasiswa, program riset 57 mahasiswa dan 56 mahasiswa untuk program magang.

“Jumlah ini bisa bertambah karena pendaftaran masih berjalan. Dan juga ada program internal lainnya, yang kami adakan untuk mendukung program MBKM ini,” ucapnya.

Untuk Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), ia menyebutkan ada 5 bidang studi yang berhasil melewati seleksi dengan 35 tim dan mahasiswa yang terlibat 1.698 orang.

“Yaitu Teknik Kimia, Teknik Geofisika, Program Studi Kewirausahaan, Arsitektur dan kombinasi Teknik Informatika Sistem dengan Teknologi Informasi,” ucapnya lagi.

Ia menyatakan ITB sangat mendukung program MBKM yang memang selaras dengan visi dan misi ITB.

“Kami menginginkan mahasiswa kami dapat mengembangkan jaringan dan juga mendapatkan ilmu baru dari program lintas disiplin ini. Harapannya, semua program kolaborasi ini dapat bermanfaat bagi para mahasiswa, baik ITB maupun UNPAD sehingga memperkokoh nilai keilmuan yang mereka miliki,” tandasnya.

Secara terpisah, Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Universitas Padjajaran (UNPAD) Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr. SpM (K), M.Kes, PhD, menyatakan paska program ini ditetapkan oleh Kemendikbud ristek pada Agustus lalu, pihak UNPAD langsung mempersiapkan mekanisme implementasinya.

Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Universitas Padjajaran (UNPAD) Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr. SpM (K), M.Kes, PhD, dalam acara yang digelar ITB secara online, Kamis (7/10/2021). -Foto Ranny Supusepa

“Hal pertama yang kami lakukan adalah prototyping penyesuaian kurikulum pada dua prodi, S1 Ekonomi dan S1 Geologi. Setelahnya, kami mempersiapkan pedoman implementasi kampus merdeka dan memberikan Hibah Kampus Merdeka (HIKAM) pada 34 prodi yang siap melakukan MBKM di semester ganjil ini,” kata Arief.

Pada program MBKM ini, UNPAD juga melakukan pertukaran pelajar internal, antar fakultas dan program studi. Dan juga dilakukan pertukaran mahasiswa dengan dua Universitas PTN BH, Universitas Diponegoro dan Universitas Hasanudin.

“Ada sekitar 2.000 mahasiswa yang mengikuti program ini di tiga universitas. Lalu program ini juga diperluas pada 11 PTN BH lainnya dengan menggunakan platform Sasrabahu,” urainya.

Ia menyebutkan selain program yang baru, program yang sudah berjalan juga terus dikembangkan.  “Yaitu kegiatan magang di perusahaan, kegiatan magang riset, relawan kebencanaan, kewirausahaan, proyek di desa dan kampus mengajar,” urainya lebih lanjut.

Arief menjelaskan karena suasana pandemi, kegiatan MBKM sebagian besar masih dilakukan dengan metode hybrid, komunikasi daring dan luring.

“Sampai saat ini, tercatat ada 3.123 mahasiswa yang terlibat dalam MBKM baik di dalam dan di luar UNPAD,” ungkapnya.

Salah seorang mahasiswa ITB, Noval menyatakan sudah mengetahui tentang program MBKM dari beberapa informasi di antara para mahasiswa.

“Tertarik pasti dengan kegiatan seperti ini. Karena ini merupakan kolaborasi dua kampus terbaik di Bandung, pasti akan menghasilkan hal yang menarik,” kata Noval.

Ia menyebutkan, bersama teman-temannya mulai memilih dari 164 program kegiatan MBKM selama 3 semester dengan nilai SKS untuk perkuliahan sesuai dengan kontrak. Tapi untuk magang riset, harus menghadap ke kaprodi terlebih dahulu.

“Jadi mulai semester ini, kita yang di ITB bisa mencoba belajar di UNPAD dan begitu juga sebaliknya,” ucapnya.

Ia mengungkapkan informasi semuanya tersedia di sosial media kampusnya. Sehingga mahasiswa bisa mengisi pendaftaran dan mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan.

“Kami bisa memilih 2 program kegiatan, yang bisa menambah skill, kompetensi dan memperluas jaringan. Misalnya perkuliahan online dan magang riset dengan sistem blended,” ucapnya lagi.

Lihat juga...