Kontingen Peparnas Sulsel Diperkuat 60 Orang

Atlet-atlet difabel Sulawesi Selatan terus fokus berlatih seraya menunggu jadwal keberangkatan ke Peparnas 2021 di Papua – Foto Ant

MAKASSAR – Kontingen Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Sulawesi Selatan yang diperkuat 60 orang personel, akan bertolak ke Papua pada 3 November 2021.

Ketua National Paralympic Commite (NPC) Sulsel, Kandacong mengatakan, 60 orang personel tersebut terdiri dari atlet, pelatih dan ofisial. “Kita berangkat dua hari sebelum acara pembukaan. Peparnas sendiri sudah dimulai sejak 2 November dan akan berlangsung hingga 15 November mendatang,” kata Kandacong, Sabtu (30/10/2021).

Menurutnya, seluruh atlet akan berangkat bersama-sama ke Papua sesuai jadwal yang telah ditentukan. Jumlah kontingen yang tidak terlalu besar, membuat kontingen Sulsel bisa berangkat dalam satu penerbangan. Sementara bagi atlet Sulsel yang berjumlah 32 orang, saat ini masih terus mendapatkan fokus mematangkan kemampuan. Hal itu dilakukan dalam program Pemusatan Latihan Daerah (pelatda), yang berlangsung di Makassar.

Dengan persiapan yang lebih maksimal, diharapkan pada atlet akan semakin mampu menjaga peluang dalam upaya perburuan medali, di ajang olahraga multievent terbesar bagi atlet difabel tersebut. “Kita akan tampil di enam cabang olahraga, atletik, panahan, bulu tangkis, renang, catur dan tenis meja. Untuk tenis meja ada dua klasifikasi umum dan tuna wicara atau tuna netra,” urai Kandacong.

Semetara itu, 32 atlet difabel dan 18 pelatih asal Kota Medan, turut memperkuat kontingen Sumatera Utara (Sumut) di Peparnas XVI. Wali Kota Medan, Bobby Nasution berharap, atlet yang berangkat ke Papua bisa mempertahankan prestasi mereka seperti di ajang Perpanas 2016 lalu. “Minimal bisa kita pertahankan medali yang dicapai di Peparnas 2016 di Jawa Barat,” ujar Bobby.

Menurutnya, dari 66 atlet Sumut yang berlaga di Peparnas Papua, 32 di antaranya merupakan atlet asal Kota Medan. “Alhamdulillah, Kota Medan masih menyumbangkan 50 persen atlet yang akan berangkat mewakili Provinsi Sumatera Utara. Hal ini harus terus bisa kita kembangkan, kita jaga minimal bagaimana atlet-atlet yang ada di kota Medan ini bisa terus berkembang. Tak hanya di lapangan, juga di luar lapangan harus bawa nama baik,” tutur Bobby.

Pemkot Medan, saat ini disebutnya, sedang fokus membenahi keberadaan fasilitas olahraga yang ada. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan memisahkan pengelolaan sarana olahraga yang tadinya di Dinas Pertamanan, kini dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan. “Yang masih kurang baik, pelan-pelan kita benahi. Fasilitas olahraga dari dinas pertamanan sudah dikelola dinas pemuda dan olahraga. Tujuannya agar fasilitas olahraga kita bisa sesuai standar cabang-cabang olahraga,” pungkas Bobby.  (Ant)

 

Lihat juga...