Koperasi di Wanareja Berlakukan Seleksi Ketat Pencairan Kredit

Editor: Koko Triarko

CILACAP – Banyaknya kredit macet selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), membuat pengurus Tabur Puja Wanareja, Kabupaten Cilacap, melakukan pembatasan pencairan bantuan modal bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayahnya. Saat ini, maksimal pencairan hanya Rp100 juta per bulan.

“Tetap ada pencairan, meskipun kita makin selektif dan nilai pencairan juga dibatasi, maksimal hanya kisaran Rp100 juta per bulan,” kata Manajer Tabur Puja Wanareja, Sudaryanto, Rabu (20/10/2021).

Pembatasan pencairan tersebut mulai diberlakukan sejak beberapa bulan terakhir, berbarengan dengan pemberlakuan PPKM. Mengingat selama PPKM, Non Permorming Loan (NPL) Tabur Puja meningkat hingga 6 persen.

Untuk pencairan senilai Rp 100 juta, lanjut Sudaryanto, rata-rata diberikan kepada 50 anggota. Sehingga masing-masing nasabah mendapatkan bantuan modal Rp2 juta. Untuk pencairan kredit usaha selama PPKM ini, juga dilaksanakan dengan seleksi yang ketat, yaitu dipilih anggota yang dalam catatan tidak banyak menunggak angsuran.

Program Tabur Puja dari Yayasan Damandiri ini, sampai sekarang sudah membantu 2.000 lebih pelaku UMKM di Kabupaten Cilacap. Dari mulai pemilik warung hingga tukang bakso dan penjual makanan keliling.

Pelaku UMKM yang mendapatkan bantuan Tabur Puja sebagian besar merupakan UMKM yang sudah berjalan dan ada juga yang baru memulai usaha. Mereka tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Wanareja, Kecamatan Majenang dan Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap.

Meskipun bantuan pinjaman modal yang diberikan memang tidak terlalu besar, hanya kisaran Rp2 juta per orang. Namun, selama ini pemberian bantuan pinjaman modal tersebut juga disertai dengan edukasi dan pendampingan, supaya penerima bantuan pinjaman modal bisa memajukan usahanya.

Yayasan Damandiri menyediakan dana sebesar Rp3 miliar untuk program Tabur Puja pada tiga kecamatan, masing-masing kecamatan dialokasikan Rp1 miliar. Untuk penyalurannya dilakukan melalui Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya).

Salah satu penerima bantuan pinjaman modal Tabur Puja dari Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Nunung, mengatakan selama PPKM usaha warung miliknya sangat terdampak. Sehingga bantuan pinjaman modal dari Tabur Puja sangat dirasakan manfaatnya.

“Sangat terdampak usaha warung saya, karena banyak tetangga yang juga kehilangan pekerjaan ataupun penghasilan menurun, sehingga banyak pula yang mengambil barang di warung terlebih dahulu dengan pembayaran tempo. Sehingga modal yang sebenarnya pas-pasan terpaksa banyak yang tidak bisa langsung kembali. Tetapi, jika tidak diberikan, dagangan saya juga kurang laku, posisinya jadi serba salah,” tuturnya.

Lihat juga...