Kota Semarang Capai 100 Persen Vaksinasi Dosis Pertama

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Sebaran kasus covid-19 di Kota Semarang terus menurun. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang per Kamis (30/9/2021), hanya terdapat 27 kasus dengan 18 di antaranya dari luar kota.

“Artinya dari angka tersebut, per Kamis kemarin, kasus covid-19 di Kota Semarang hanya ada 9 kasus, yang tersebar di 5 kecamatan dari 16 kecamatan yang ada. Tertinggi di Kecamatan Banyumanik dengan 4 kasus, disusul Ngaliyan 2 kasus, serta masing-masing 1 kasus di Tembalang, Gayamsari dan Semarang Barat,” papar Kepala DKK Semarang Abdul Hakam, saat dihubungi, Jumat (1/10/2021).

Kepala DKK Semarang, Abdul Hakam, saat dihubungi, Jumat (1/10/2021). Foto: Arixc Ardana

Sementara, untuk ke 11 kecamatan yang sudah zero atau nol kasus, di antaranya Semarang Tengah, Candisari, Genuk, Gajahmungkur, Semarang Utara, Semarang Timur, Pedurungan, Gunungpati, Tugu, Mijen dan Semarang Selatan.

Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin, agar gelombang lonjakan kasus tidak terjadi lagi seperti pada Juli 2021 lalu.

“Kuncinya itu pada penerapan prokes dan vaksinasi covid-19. Jadi kita minta masyarakat untuk tetap disiplin, terlebih pandemi ini sifatnya fluktuatif. Contohnya, per Jumat (1/10/2021) ini, ada peningkatan kasus, meski angkanya masih relatif kecil, dari 27 kasus menjadi 31 kasus, dengan 14 di antaranya dari Kota Semarang,” tambahnya.

Di satu sisi, pihaknya pun terus menggencarkan vaksinasi covid-19 untuk meningkatkan herd immunity, serta skrining secara acak kepada masyarakat, untuk memantau penyebaran covid-19.

“Skrining tetap dilakukan, seperti di sekolah yang saat ini melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM), pasar tradisional dan modern, perkantoran, dan tempat umum. Ini tetap kita lakukan karena pergerakan mobilitas masyarakat tetap tinggi, jadi harus tetap dipantau,” tandasnya.

Tercatat saat ini, berdasarkan data per Kamis (30/9/2021), Kota Semarang juga sudah mencapai target 100 persen suntikan dosis pertama (V1) vaksinasi covid-19. Dari sasaran sebanyak 1.305.077 orang, sudah mencapai 100,41 persen atau 1.310.428 sasaran.

“Capaian V1 ini didukung dengan beragam program yang kita lakukan, mulai dari vaksinasi 3 in 1 untuk lansia, jemput bola dengan mendatangi masyarakat, hingga vaksinasi di kelurahan atau kecamatan. Jadi bisa dibilang vaksinasi sudah merata di seluruh wilayah,” tambahnya.

Saat ini, pihaknya terus mengejar vaksinasi dosis kedua (V2), termasuk vaksinasi untuk warga ber-KTP luar kota yang berdomisili di Semarang.

“Ini yang menjadi sasaran kita, sehingga harus segera diakomodir untuk mendapatkan vaksin. Kita juga sudah meminta ke pemerintah pusat, termasuk melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, untuk mempercepat dan mencukupi kebutuhan dosis vaksin,” terangnya lagi.

Tercatat saat ini untuk V2, baru mencapai 67,12 persen atau 875.953 sasaran dari target 1,3 juta orang.

Terpisah, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memaparkan, pihaknya mengapresiasi kerja keras seluruh pihak dalam menurunkan angka covid-19 di Kota Semarang. Termasuk dari kalangan nakes, serta masyarakat yang disiplin dalam penerapan prokes.

“Vaksinasi dosis kedua juga terus kita kejar, agar harapannya Kota Semarang bisa mencapai herd immunity. Termasuk vaksinasi bagi lansia, pelajar serta warga ber-KTP luar kota yang tinggal di Kota Semarang,” tandasnya.

Pihaknya pun meminta warga untuk memantau jadwal vaksinasi yang sewaktu-waktu bisa diakses di laman media sosial DKK Semarang atau laman victori.semarangkota.go.id

Tercatat saat ini, untuk tanggal 1, 4, dan 5 Oktober, sentra vaksinasi Holy Stadium melayani vaksinasi bagi warga ber-KTP seluruh Indonesia. Pendaftaran bisa dilakukan melalui victori.semarangkota.go.id.

“Tetap jaga prokes, bagi yang belum vaksin segera vaksinasi untuk kebaikan diri sendiri dan orang-orang di sekitar,” pungkasnya.

Lihat juga...