Lapas Surabaya Gelar Simulasi Kerusuhan Darurat

SIDOARJO  – Lapas Kelas I Surabaya menggandeng International Criminal Investigative Training (ICITAP) mensimulasikan penanganan kerusuhan dalam menghadapi situasi darurat.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Krismono, di Sidoarjo, Jumat mengatakan simulasi tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas SDM jajarannya yang ada di lapas dan juga rutan.

“Pembekalan kemampuan petugas itu dilakukan dalam rangkaian pelatihan elemen inti standar pengamanan dan tim tanggap darurat,” ujarnya.

Ia mengatakan, simulasi ini melibatkan tujuh orang peserta setiap sesi dengan rincian enam orang sebagai petugas dan satu orang sebagai warga binaan.

“Nampak semua peserta sangat antusias. Simulasi ini dilakukan semirip mungkin seperti di dalam kamar hunian ketika hendak memindahkan warga binaan,” ucap dia

Semua petugas yang tergabung dalam Tim Tanggap Darurat (TTD) mengikuti simulasi dengan mengenakan pakaian Penanggulangan Huru-Hara (PHH) lengkap dengan tongkat, tameng, dan borgol.

“Dalam praktik kali ini mereka semua mempraktikkan apa yang sudah di dapat selama lima hari pelatihan,” kata Krismono.

Terutama, kata dia, teknis pengeluaran paksa terhadap warga binaan dari atau ke sel dan standar pengawalan.

“Perlu diketahui, dalam SOP pengamanan, pengeluaran paksa dilakukan apabila napi akan dipindahkan ke suatu sel untuk keamanan,” paparnya.

Ia mengatakan, jika warga binaan sudah tidak bisa dikendalikan, maka pengeluaran paksa ini sebagai upaya terakhir apabila napi tidak dapat bekerja sama lagi dengan petugas.

Sementara itu, Kepala KPLP Gatot Harisaputro juga menjelaskan bahwa tindakan terukur ini bisa dilakukan apabila warga binaan tidak menunjukkan etika baik saat dilakukan pemindahan atau hal lain.

Untuk itu Gatot meminta kepada semua peserta yang hadir agar memperhatikan dengan seksama semua instruksi yang diberikan oleh pelatih. “Agar bisa diterapkan dengan baik dan benar ketika kembali bertugas nanti,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...