Lokasi Wisata Religi Keramat Asem Bakal Miliki Camping Ground dan Trek Sepeda

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Lokasi wisata religi dan budaya Kampung Payangan, Kelurahan Jatisari, Kota Bekasi, Jawa Barat, terus melakukan pengembangan. Setelah jembatan Jalatunda jadi, kini Kelompok Pokdarwis Jatusumbi mulai membuka area camping ground dan trek sepeda.

Jembatan Jalatunda dari bambu jalur yang panjangnya hampir 100 meter menuju lokasi sumur Keramat Asem sudah jadi dan mulai ramai dilintasi para goweser. Namun demikian jembatan belum dilakukan pengecatan agar lebih menarik, hanya untuk sekedar foto dan menikmati suasana alam di perbatasan Kota Bekasi dengan Kabupaten Bogor tersebut.

Saat akhir pekan seperti sekarang, berbagai komunitas terutama para goweser mulai mampir untuk melihat destinasi wisata religi dan budaya yang baru dikembangkan bersama warga setempat tersebut. Rencananya ditargetkan secara keseluruhan awal tahun bisa jadi tujuan baru wisata di perbatasan Bekasi-Bogor.

“Sekarang lokasi camping ground dan trek sepeda tengah dikembangkan oleh Pokdarwis Jalatunda Sumur Binong (Jatusumbi). Support terus berdatangan dari berbagai pihak, terutama para pencinta lingkungan urun rembug,” ungkap Maman Warman, Ketua Pokdarwis Jatusumbi, kepada Cendana News, Minggu (3/10/9/2021).

Dikatakan, sebelumnya Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama tim telah datang ke lokasi Keramat Asem, dan melakukan susur sungai Cikeas, mulai dari jembatan Mendu ke Keramat Asem lokasi jembatan Jalatunda Kampung Payangan.

Pengembangan Keramat Asem sebagai lokasi wisata religi di Kota Bekasi, akan menjadi refrensi bagi masyarakat di Kota Bekasi. Lokasi tersebut bisa menjadi daya tarik bagi keluarga untuk menikmati suasana alam, dengan aliran sungai Cikeas.

“Selain jadi trek sepeda, lokasi ini juga menjadi camping ground. Para pencinta alam dari kalangan mahasiswa sudah melihat langsung spot lokasinya dan mereka mengembangkan dengan membuka rerumputan di sekitar lokasi keramat asem,” ujarnya.

Ketua Pokdarwis Jalutunda Maman Warman (tengah Kaos Merah) di lokasi keramat Asem Kampung Payangan saat berdiskusi dalam pengembangan lokasi wisata religi dan budaya kampung setempat, Minggu (3/10/2021). Foto: Muhammad Amin

Sebelumnya Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat melihat lokasi tersebut mengakui suasana di lokasi keramat asem masih asri. Potensi tersebut jelasnya harus dikembangkan agar menjadi daya tarik baru di perbatasan.

“Beberapa hari lalu, menyusuri Sungai Cikeas mulai dari jembatan Mendu – Keramat Asem. Pasti banyak yang belum mengetahuinya, karena namanya masih asing di telinga, beberapa menyebutnya “Tape Uli”. Suasananya masih asri, walaupun di beberapa spot masih ada sampah, tapi nanti kita bersihkan,” ungkap Tri Adhianto.

Mas Tri sapaan akrabnya, mengaku optimis dengan kerjasama dan bantuan dari Pokdarwis bersama komunitas dan warga, tempat tersebut bisa jadi potensi wisata baru di wilayah Jatisari dan Jatirangga.

“Harus dioptimalkan karena lokasi tersebut berpotensi jadi lokasi rafting maupun river tubing. Sehingga mampu memberi dampak positif bagi terhadap peningkatan ekonomi warga sekitar,” tukasnya memberi dukungan pengembangan lokasi Keramat Asem Kampung Payangan. Ia juga mengajak warga lainnya mengembangkan potensi wilayahnya dengan berbagi ide dan berdiskusi.

Lihat juga...