Long Covid-19 Butuh Penyebuhan Antara Tiga Hingga Empat Bulan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Meskipun sudah dinyatakan negatif dari Covid-19 sejak akhir bulan Agustus lalu, namun sampai saat ini Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono belum bisa menjalani aktivitas normal seperti sedia kala. Hal tersebut karena ia terkena long Covid-19 (fenomena gejala-gejala yang dialami pasien pascainfeksi) dalam kondisi cukup parah, sehingga waktu pemulihan lebih lama.

“Masih merasa lelah kalau beraktivitas lama, jadi harus diselingi istirahat yang cukup, baru bisa memulai aktivitas lagi,” kata Wabup, Senin (11/10/2021).

Terkait lamanya waktu pemulihan kondisi tubuh tersebut, Sadewo bertutur, menurut keterangan dokter yang merawatnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas, ia terkena long Covid-19, dimana efeknya sampai berdampak pada organ tubuh. Virus tersebut menggerogoti fungsi organ tubuh.

“Organ tubuh yang terganggu sebenarnya bermacam-macam, untuk tiap pasien kasusnya berbeda-beda, kata dokter yang merawat saya. Untuk saya sendiri menyerang asam lambung sehingga lebih cepat naik, selain itu penglihatan saya juga menjadi kurang jelas,” tuturnya.

Sadewo mengaku pernah mengalami sakit asam lambung mendadak saat memaksakan diri untuk beraktivitas lama. Tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil bupati, tentu membuat banyak kegiatan yang harus dijalankan. Salah satunya saat harus melihat langsung persiapan pembukaan tempat wisata di kawasan Baturaden. Tiba-tiba, perutnya mengeras dan mengalami sakit yang luar biasa.

Mengalami kondisi tersebut, Sadewo langsung beristirahat. Namun, waktu pemulihan untuk kondisi lambungnya saat itu, membutuhkan waktu hingga 1-2 hari.

Selain tidak boleh menjalani aktivitas terlalu padat dan lelah, Wabup juga tidak bisa lagi menjalankan olah raga sebagaimana sebelumnya. Olah raga seperti lari pagi, badminton, bersepeda ataupun treadmill, untuk sementara waktu harus ditinggalkan.

“Olah raga hanya diperbolehkan yang ringan-ringan saja, seperti jalan pagi yang dilanjutkan dengan berjemur, karena badan tidak boleh terforsir. Padahal biasanya saya rutin lari pagi 20 menit, kemudian lanjut treadmill, malamnya badminton,” katanya.

Secara rutin, Sadewo juga masih harus menjalani fisioteraphy di RSUD Banyumas, Mulai dari terapi menggunakan inframerah, pijat refleksi serta latihan pernafasan. Fisioteraphy tersebut dijalani satu minggu sekali.

“Jadi tidak benar, jika terkena Covid-19, sembuh kemudian selesai, karena ada kemungkinan dampaknya harus kita jalani cukup lama. Karena itu, lebih baik mencegah, meskipun sekarang kasus Covid-19 sudah melandai, namun protokol kesehatan tetap harus dijalankan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, merupakan tameng utama untuk kita saat ini,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, untuk beberapa kasus, fisioteraphy bagi pasien Covid-19 memang diperlukan.

“Dalam beberapa kasus, penyintas membutuhkan fisioteraphy, terutama untuk pasien yang bergejala berat. seperti gangguan perafasan ataupun lainnya. Intinya organ tubuh yang terganggu fungsinya selama sakit, butuh pemulihan secara bertahap,” ucapnya.

Lihat juga...